Kamis, 10 Juni 2010













Guru yang baik tidak pernah menyadari betapa muridnya telah banyak lebih memahami dari apa-apa yang ia beri.

Guru yang baik dengan diamnya saja, tidak bertanya apa-apa malah membuat otak muridnya bekerja lebih berat, mencari jawaban lebih cepat.

Namun guru pun manusia, berhak dan wajar melewati apapun yang diajarkan saat merasakan makna dari ajarannya pada dirinya sendiri.

Esensi guru itu adalah kemauan dia memberi apa yang dia punya bahkan dengan diam saja.

*cuplikan dari perbincangan di pagi hari bersama seorang sahabat terkasih

Lantas, siapakah guru itu..
Apakah hanya mereka yang sudah dapat sertifikasi dan berseragam coklat, ataukah hanya mereka yang dapat julukan pahlawan tanpa tanda jasa,

Perlu untuk sadar bahwa kehidupan tak berhenti belajar.
Tak cukup dengan taman kanak-kanak, sekolah dasar sampai menengah atas, dan strata 1 sampai 3.

Profesor pun tetap belajar.
Di hari libur kita masih belajar.
Tanpa ujian akhir semester, kita pun punya ujian lain yang penilaiannya tanpa kertas dan jawabannya tak ditulis dengan pena.

Guruku tersebar di penjuru, mereka dapat memberi dalam diamnya, meninggalkan inspirasi yang mempunyai efek besar dalam mengubah pandangan manusia.


Luasnya dunia tak dapat kupahami sendirian, untuk itulah Tuhan mengirimkan begitu banyak guru..


Kamarku, 11 Juni 2010

5 komentar:

Riesta Emy Susanti mengatakan...

tuntulah ilmu sampai ke negeri Cina...

Happy weekend

ria mengatakan...

pegen jadi guru ga mi? *guru profesi.

btw, link blogku kok ga adaaaaa... tegaa...

Catatan Rahmia mengatakan...

belum tau gel..
ah masa si, padahal udah kumasukkin dulu.
aku akan tambahkan sayang :)

gerindra00 mengatakan...

halo!
lama diriku ini tak berkunjung ke blog-mu.haha
*just do some blogwalking

terinspirasi dari seminar kmaren mi?

Catatan Rahmia mengatakan...

iya mooon hehe.
ayo menulis lagi, uas yang kejam sudah pergi :)

Poskan Komentar

 

Copyright 2010 Catatan Kecil.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.