<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831</id><updated>2011-11-06T21:16:36.652-08:00</updated><category term='Me and Him'/><category term='Berbagi Kesukaan'/><category term='Nationale'/><category term='Retorika Hujan'/><category term='Palung Hati'/><category term='Pelari'/><title type='text'>Catatan Kecil</title><subtitle type='html'>kaki-kaki kecilku ingin terus berlari</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-7749466483122061948</id><published>2011-11-06T21:08:00.000-08:00</published><updated>2011-11-06T21:16:36.686-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Him'/><title type='text'>Keikhlasan Ibrahim</title><content type='html'>Saya pernah mengikuti sebuah workshop kesusastraan yang salah satu acaranya tentang bedah sebuah buku (yang saya lupa judulnya) karena penulis belum mempublikasikan buku dalam bahasa Inggris. Hanya tersedia yang berbahasa Norwegia, dan saya tidak sedikit pun memahami tentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, buku itu berkisah tentang perjalanan seorang anak dan ibu menanti detik kematian. Kematian si anak. Baik genre maupun cerita di buku ini memang biasa saja. Tidak terlalu unik. Tetapi si penulis yang impresif membuat saya tertarik mengikuti bedah buku tersebut. Si penulis itu adalah ibu anak, yang sudah meninggal 7 tahun lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampul buku itu bergambarkan sepasang sepatu balet yang pitanya terjuntai seperti habis dipakai. Gambar itu sangat filosofis bagi sang ibu. Ia menggambarkan ‘siapa anakku’ di awal buku. Bahwa anaknya adalah remaja populer yang multi talenta, ia sangat sehat, ia penari balet yang tubuhnya sangat lentur. Gadis tersebut juga memiliki banyak teman yang rajin menjenguknya, dalam sehat dan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, sepulang les balet, si anak mengaku pusing. Ia lantas istirahat sejenak, namun begitu bangun kepalanya masih sakit. Bersama sang ibu, di suatu malam, ia pergi ke dokter untuk periksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada sedikit pun kekawatiran di hati mereka berdua akan diagnosis apa yang akan diutarakan dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menjalani beberapa tes, dokter memanggil mereka berdua, tanpa sensor, tanpa menyembunyikan dari si anak. Tentunya, tetap dengan tedeng aling-aling.&lt;br /&gt;“Anak Anda menderita kanker otak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan itu membuat ruangan hening sejenak. Benar-benar sejenak. Setelahnya muncul suara mungil si anak mengatakan,&lt;br /&gt;“Baiklah. Bisa kita pulang sekarang, Bu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang, sang ibu kebingungan harus bicara apa lagi. Bingung pula harus merasa bagaimana. Ia hanya bergumam dalam hati. Kenapa Tuhan? Mengapa harus anakku? Mengapa harus gadis cantik ini? Anakku adalah gadis yang paling sehat dan bahagia, ini pasti lelucon bahwa ia menderita penyakit ganas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah itu lelucon atau realita yang harus diterima. Anaknya sungguh-sungguh menderita kanker, dan dokter manapun menjadi bagian dari proses analisis hitung mundur masa hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak elegi dalam proses menjelang kematian si anak. Walau jadi pintu dari banyak penyampaian hikmah, tetap saja, perjalanan itu tak mudah. Cerita ini tak mudah. Menjadi amat sulit karena si ibu adalah manusia, begitu pula si anak. Manusia yang manusiawi. Manusia yang tak mau kehilangan sesuatu yang berharga, terlebih sebagai bahan barter dari hikmah dari alasan yang tak mudah dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tadi adalah intro. Selebihnya saya ingin menyampaikan sedikit renungan di Hari Idul Adha ini. Tentang Ibrahim. Bukan tentang soto sapi, opor, apalagi tongseng kambing. Siapapun sudah mengetahui tentang peristiwa yang melatar belakangi Idul Adha ini. Proses Ibrahim memenuhi panggilan Tuhan untuk menyembelih anaknya, dan seketika saat disembelih Ismail (anaknya) berubah menjadi sebentuk hewan ternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesi itu menghasilkan dua buah manis, wujud cinta seorang hamba kepada penciptaNya dan Ismail ternyata tidak tersembelih. Bagaimanapun akhirnya, saya yakin  untuk mengeksekusikan prosesi ini jauh lebih susah dari yang digambarkan di buku manapun tentang kisah nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sejak lama atau diawali di masa modern, pengorbanan dan keikhlasan sudah jadi barang mahal. Tidak perlu berpikir terlalu jauh untuk membicarakan bagaimana bila harus mengorbankan anak, memberi waktu dan beberapa meter spasi saja untuk penyeberang jalan jarang lakukan. Sesederhana itu sekaligus seberat itu sebuah wujud ikhlas bagi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Ash-Shaffaat 101-111&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk golongan orang-orang yang saleh. Maka kami beri kabar gembira dengan seorang anak yang sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?” Ia menjawab, “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya. Dan kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu,” sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang yang berbuat baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudia, (yaitu)  “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”. Demikianlah Kami memberi balasan pada orang-orang yang baik. Sesungguhnya ia masuk hamba-hamba Kami yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Bila seorang ibu dengan sangat berat mengetahui bahwa anaknya akan pergi di waktu yang ia tahu kapan, dan di saat ia masih hidup sehingga dapat menyaksikannya. Ibrahim justru diberi otoritas untuk memilih kapan waktu yang akan ia pilih. Otoritas yang tak membahagiakan. Di saat si ibu tadi merasa Tuhan sedang menyeluarkan lelucon yang tak lucu, Ibrahim justru mengitepretasikan komunikasi Tuhan melalu mimpinya sebagai sabda. Sabda yang akan dipenuhi sebagai wujud cintaNya. Ibrahim lebih super dari Superman, juga jauh lebih super dari Mario Teguh. Menyembelih anak yang ia diidam-idamkan setelah penantian yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Idul Adha diwarnai dengan masak heboh-heboh masak opor atau makan sate kambing, di hari ini yang paling saya inginkan adalah memasang petujuk jalan baru bersimbol K atau I. Bila P artinya parkir, maka K artinya korban dan I artinya ikhlas. Paling tidak ikhlas untuk memberi kesempatan pengendara lain menyeberang terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bukan seseorang yang terlalu hebat, maka memulai hal besar selalu dimulai dari yang kecil. Keikhlasan Ibrahim begitu tinggi derajatnya, tak mudah, tapi selalu ada tangga-tangga wujud keikhlasan kecil menuju kesana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-7749466483122061948?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/7749466483122061948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2011/11/keikhlasan-ibrahim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/7749466483122061948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/7749466483122061948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2011/11/keikhlasan-ibrahim.html' title='Keikhlasan Ibrahim'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-6025017180607111438</id><published>2011-10-31T19:48:00.001-07:00</published><updated>2011-10-31T20:04:35.906-07:00</updated><title type='text'>Mengaduhlah Sepedih-pedihnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-NfL5LaIfcqw/Tq9hA_wTCkI/AAAAAAAAAHw/wVDaflD3RV4/s1600/Black_rose.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 310px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-NfL5LaIfcqw/Tq9hA_wTCkI/AAAAAAAAAHw/wVDaflD3RV4/s400/Black_rose.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669857125624646210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ruang itu, terakhir kali kau berdiri, sepi yang pasti, dan aku menunggu kata-katamu, seperti peserta seminar kiat sukses, yang telah seribu kali mencoba, seribu kali gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu matilah lampu, dan semua jadi bayang-bayang. Cahaya yang lurus itu pasti tidak dari matamu yang semula juga, hanya ragu-ragu. Tak tahu, mana bayangku, mana bayangmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang ini, jika tanpa kau dan aku, telah terbiasa dengan sepoi-sepi. Saat tak ada apa-apa, waktu tak singgah, dan ruang ini tak merasa ada yang sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata yang haus, berlindung dari cahaya yang menipu, di balik kelopak yang memejam tak lengkap pejam, membuka tak sepenuh buka. Jauh melihat ke arah di sebalik kornea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bukanlah penyabar, tapi kita bisa untuk tidak bergegas. Kita bisa menghindar dari yang mengejar. Menunda yang datang tanpa tanda. Adakah yang tepat untuk sesuatu yang tak tepat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau nanti tak ada kisah kita lagi, waktu yang berperilaku kasar itu, akan menggerus kenangan tentangmu dari ingatanku. Juga aku dari ingatanmu? Bukankah -  di hadapan waktu - kau sama saja: juga tak berdaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terakhir ku ingat dari ruang itu adalah desis nafasmu. Seperti menahan sakit yang kau tahu, tak akan bisa kau menahannya. Aduh, demi siksa itu, seluka-luka, mengaduhlah. Sepedih-pedihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HASAN ASPAHANI: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lelaki yang Dicintai Bidadari&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;gambar: www.sodahead.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-6025017180607111438?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/6025017180607111438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2011/10/mengaduhlah-sepedih-pedihnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/6025017180607111438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/6025017180607111438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2011/10/mengaduhlah-sepedih-pedihnya.html' title='Mengaduhlah Sepedih-pedihnya'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-NfL5LaIfcqw/Tq9hA_wTCkI/AAAAAAAAAHw/wVDaflD3RV4/s72-c/Black_rose.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-5130922571026501512</id><published>2011-08-26T18:11:00.000-07:00</published><updated>2011-08-27T07:47:12.822-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Retorika Hujan'/><title type='text'>Cari Dulu, Cari Lagi..</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Sering sekali aku sulit mencari barang pribadi yang tercecer entah dimana. Dari pakaian, buku, sampai kaos kaki. Dalam pencarian tersebut malas rasanya untuk menelusuri keberadaan benda-benda tersebut. Ku tanya ibu dengan harapan ia tahu dimana mereka. Kadang dijawab, namun kadang ia hanya berkata, “Cari dulu, cari lagi…”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua dekade sudah hidup di dunia dengan berbagai romantisme dan problematika. Semoga kalimat tadi tidak terbaca sok tua, karena tiga tahun menuju seperempat abad ini ku rasa cukup pantas untuk mengatakan bahwa aku telah mengarungi begitu banyak cerita. Setiap hari, bulan, dan tahun, aku simpulkan berbagai makna dari perjalanan hidup. Berbagai keputusan ku ambil dengan segala pertimbangan tertentu, kadang juga sedikit &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sembrono&lt;/span&gt;. Sering sekali aku mencetuskan memoar-memoar yang mencengangkan. Dari tak ingin menikah, hingga ingin nikah muda. Dari ingin tua di Eropa hingga ingin mati di Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang aku juga merasa bahwa keangkuhan seringkali menggerakkan badanku selayaknya deru mesin yang memompa darah teramat keras, lalu kemudian membuatku begitu berenergi. Tak ayal pula, ia memusnahkan kemampuan kakiku melaju karena sibuk membanggakan diri seolah aku manusia paling mengerti dan begitu tinggi. Lagi-lagi, aku harus jatuh berkali-kali karena tongkat keyakinan yang ku bangun dan terpancang harus patah, tumbang, kandas lagi, berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-xYAKvmUvchM/Tlj8ncE5RiI/AAAAAAAAAHo/ICIt0XQ7pk0/s1600/IMG_9610.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-xYAKvmUvchM/Tlj8ncE5RiI/AAAAAAAAAHo/ICIt0XQ7pk0/s400/IMG_9610.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5645539887390737954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di setiap makna yang ku temukan, tentang bagaimana di hari-hari menuju lebaran orang kota sibuk antre kendaraannya di dalam pusat perbelanjaan untuk beli baju baru. Sedangkan di area pedesaan Papua sana ibu-ibu masih memperlakukan sore secara adil, sama dengan sore-sore lainnya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ngobrol&lt;/span&gt; sambil kunyah pinang dan menonton latihan voli. Tiada satupun yang ku rasa lebih layak dilakukan atau lebih membanggakan untuk dijalani. Saat di persimpangan antara cita-cita ingin merubah dunia dengan bergabung dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;international non government organization&lt;/span&gt;, atau memilih mengajari murid kelas tiga sekolah dasar belajar membaca. Tak ku temukan pula yang mana yang lebih mulia. Karena terlalu tak pantas aku menjustifikasinya. Berbeda bila ditanyai pertanyaan tersebut beberapa tahun lalu, pasti aku dapat dalam hitungan detik saja untuk menjawab dengan mantap diimbuhi alasan yang tampak logis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah berapa tahun lagi Tuhan memberi kesempatan untuk menghirup udara kehidupan. Saat ini, aku merasa begitu banyak hal yang masih mengumpatkan diri dan malu-malu untuk keluar menampakkan tanda-tandanya di depan horizon pandangku. Mereka adalah kenyataan, yang menjadi sumber dari kesimpulan-kesimpulan penting. Saat hari menambah hari harusnya semakin ku dapat pemahaman  yang lebih dewasa dan menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertambah sadar, bahwa cita-cita menjadi orang baik itu tak mudah. Padahal itulah cita-cita terbesarku dalam hidup. Baik memang memiliki banyak dimensi, namun setiap dimensi tersebut aku rasa hanya para malaikatlah yang tahu. Tak apalah andai memang tak jua menemukannya. Aku, seorang manusia yang barangkali tak mungkin jadi orang baik, namun aku ingin terus berusaha agar menjadi lebih baik. Terima kasih atas teman hidup, atas jalan-jalan yang telah memfasilitasiku menelusuri rambu-rambu kebaikan dan kebenaran. Sepertinya harus menuruti kata ibu untuk banyak hal yang lebih serius. Bagaimana caranya menjadi manusia yang sadar dan mengerti? Seperti apa manusia baik itu? &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cari dulu, cari lagi..&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-5130922571026501512?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/5130922571026501512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2011/08/cari-dulu-cari-lagi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/5130922571026501512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/5130922571026501512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2011/08/cari-dulu-cari-lagi.html' title='Cari Dulu, Cari Lagi..'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-xYAKvmUvchM/Tlj8ncE5RiI/AAAAAAAAAHo/ICIt0XQ7pk0/s72-c/IMG_9610.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-5625070643818098944</id><published>2011-05-14T20:44:00.000-07:00</published><updated>2011-05-14T21:02:18.748-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palung Hati'/><title type='text'>Malades</title><content type='html'>Apa lagi?&lt;br /&gt;Apa lagi yang masih kau tunggu?&lt;br /&gt;Musim telah berganti, masa perlahan jadi silam&lt;br /&gt;Yang kelam telah silam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa lagi?&lt;br /&gt;Dan, siapa lagi yang kau tunggu?&lt;br /&gt;Mereka sudah pergi, dia juga&lt;br /&gt;Bersama surat-suratnya, bersama derai tawanya&lt;br /&gt;Disertai cemooh atas kedurjanaanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan lagi?&lt;br /&gt;Kau akan muda seperti ini&lt;br /&gt;Tubuhmu kokoh dan penuh keriangan&lt;br /&gt;Pemikiranmu deras mengalir&lt;br /&gt;Kawan-kawan sudah berteriak memanggil untuk main&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada siapa?&lt;br /&gt;Kau mengiba..&lt;br /&gt;Jangan katakan tujuanmu tanpa nama&lt;br /&gt;Tanpa yang satu ini, ku yakin hanya omong kosong&lt;br /&gt;Sudah ku katakan, mereka telah pergi&lt;br /&gt;Maka sudahlah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pagi partikel lembut melewati pipimu dengan hangat&lt;br /&gt;Begitu pula kiriman cahaya matahari sore&lt;br /&gt;Malam yang kau tolak tak berhenti datang memetaforakan diam&lt;br /&gt;Mengapa tatapanmu tetap kosong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manis, selesaikanlah urusanmu&lt;br /&gt;Selama yang kau mau, tanpa batasan waktu&lt;br /&gt;Tetapi, jangan pernah salahkan dirimu lagi&lt;br /&gt;Mungkin, saat kau bangun kembali, ada perkara lain yang terlambat untuk kau pikirkan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-5625070643818098944?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/5625070643818098944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2011/05/apa-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/5625070643818098944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/5625070643818098944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2011/05/apa-lagi.html' title='Malades'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-2768258533231876262</id><published>2011-03-06T08:23:00.000-08:00</published><updated>2011-03-06T09:16:25.033-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Him'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berbagi Kesukaan'/><title type='text'>The Opening</title><content type='html'>In the night that surrounded by sorrow, I lay down in my bed, feel the comfort of soft sheet. My parents lived so far away from here, but I know they’re happy there, so it’s okay to stay without them. My little sister that lived here, in the same place, not talk too much with me frequently. I declare, silent is my best friend, at least for this couple weeks. Everything were blended together, recently. Like a big hurricane, like a soft flow that drag me away somewhere. My faith, aim, passion, happiness, pride, conciousness, wrecked. Altough cheessy, I’m not afraid to say that I had the worst part in my life. bitterness that I cannot spit, sound that can’t voiced, stertorous that cruel cannot be taken out. Like savor the deepest loneliness and emptyness. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In my recent journey to west, but I’m not looking for that epic about ‘scripture’, I found some of my species that asked too much about anything, everything. Even about the world creature, Creator. Found an answer like count for maths and econometrics, with regression, and proving that looked. Kind a new horizon of thinking for me, but I don’t know why, I still love God for the most. In my rebellion and inquity to Him that often happen, I found a magnificient feeling that couldn’t describe by whatsoever thing. But the most simple thing I want to say, is that He makes me not afraid of anything, He makes me always able to stongly convince myself that everything will be okay. He guide me to be a better person without any direct judgement, He accept me for  whoever I am. His almighty let me do love him in a simple way, but reversely He loves me with His enormous power.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then, in the same journey, I went to library in Scandinavian with my ‘ideological’ friend that pursued me to read commentation of Quran. He explained his melancholy feeling, unusually, that he’s one of the most logical person that I know. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On those lines of text, I forgot everything. My sorrow, dubiety, and vanity. It was too easy make me fascinated on the gorgeous writtings. I can fall in love like for first time when read the opening of many kinds of book. But I'm really sure, that I won’t fascinated by ‘the other’ opening, after that time. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This opening translated by Abdullah Yusuf Ali, I can pronounce it well in that native language from the time that I was 3 and I know the translation in Bahasa. Indeed, I can sing the song of that.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-SMNb-uAe9yw/TXO3koAtaCI/AAAAAAAAAG8/bXZJkRGKU-k/s1600/al-quran.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 299px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-SMNb-uAe9yw/TXO3koAtaCI/AAAAAAAAAG8/bXZJkRGKU-k/s400/al-quran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581006203085744162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I always know that as Al-Fatihah, the frabjous opening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Opening&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the name of God, Most Gracious, Most Merciful. &lt;br /&gt;Praise be to God, the Cherisher and Sustainer of the world&lt;br /&gt;Most Gracious, Most Merciful&lt;br /&gt;Master of the Day of Judgment. &lt;br /&gt;Thee do we worship, and Thine aid we seek. &lt;br /&gt;Show us the straight way, &lt;br /&gt;The way of those on whom Thou hast bestowed Thy Grace, &lt;br /&gt;those whose (portion) is not wrath, and who go not astray.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I heart Allah&lt;br /&gt;Jogjakarta, March 6 2011&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-2768258533231876262?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/2768258533231876262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2011/03/opening.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/2768258533231876262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/2768258533231876262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2011/03/opening.html' title='The Opening'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-SMNb-uAe9yw/TXO3koAtaCI/AAAAAAAAAG8/bXZJkRGKU-k/s72-c/al-quran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-6348070288730582558</id><published>2011-01-07T06:01:00.000-08:00</published><updated>2011-01-07T06:14:14.803-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nationale'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Retorika Hujan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelari'/><title type='text'>Doa Malam</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aku ingin menjadi apa yang Dick Hartono pernah katakan, musafir yang mencari dan memberi arti kepada segala sesuatu yang dijumpainya. Tidak silau oleh apa yang nampak, tetapi menerangkan apa yang tersembunyi di belakang gejala-gejala yang dicerapnya dengan panca indera.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Jawa selalu suka klenik, dan malam ini ibu sedang bercerita tentang sakralnya 1 Sura (Muharram). Sebenarnya ini bukan inti dari ceritaku, pengantar saja, tentang kegiatan ibuku sebelum bapak pulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini 60 hari sebelum aku lulus SMA, entah mau dibawa kemana cerita hidupku selanjutnya. Jadi satpam seperti bapak, tukang cuci seperti ibu, atau kerja keras untuk cari beasiswa lanjut sekolah S1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Nduk, kamu mau jadi apa kalo sudah dewasa?” suara ibu menyela ruang pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi pejabat enak, Nduk… Kerjanya enteng, hidupnya sejahtera.” Lanjut bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa diam sambil lihat berita di televisi. Isinya sama, hanya beda kasus. Lagi-lagi ada saja yang tentang pejabat korupsilah, oportunis, dan lainnya. Seakan-akan, hidup mereka serupa bagian-bagian dalam sinema elektronik. Kata-kata kemarin dan sekarang diubah semaunya, kadang pura-pura lupa, kadang berlagak gila. Perbuatan dan pencitraan tidak sejalan, seakan-akan hidup adalah drama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendadak, aku teringat pada seorang paman dari Solo. Dia orang hebat, pintar bukan main, idealis juga. Selalu bikin aku salut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu dulu, sekarang kepandaian paman seakan terbeli, entah oleh kekuasaan atau materi. Paman tetap pintar, tambah terkenal, tapi tidak lagi memegang idealismenya. Bagaikan menjilat ludah muncratan makiannya kepada beberapa pejabat publik. Sekarang kerjaannya serupa jubir dan selalu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;manthuk-manthuk&lt;/span&gt; di belakang pejabat itu di hadapan kamera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam di dinding menunjukkan pukul 9 malam, kantukku datang. Malam ini, lagi-lagi aku gundah. Gambaran dan langkah menuju masa depan masih abu-abu. Berpikir, aku memang akan berlari, berlajar yang keras, mengejar hidup yang lebih baik. Tapi apalah artinya kalau setelah jadi orang yang mumpuni, aku jadi layu, oleh gencatan dilema idealisme dan keserakahan. Rasanya takut sekali menodai segala pikiran teduhku hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mata terpejam, aku berdoa. Semoga bisa jadi orang yang berguna bagi negara, seperti pamanku. Dan semoga orang-orang seperti bapak ibuku, tidak akan menjadi korban pengkhianatanku kelak, dengan segala kepandaian serupa paman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabulkan doa malam ini Tuhan, amin…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-6348070288730582558?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/6348070288730582558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2011/01/doa-malam.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/6348070288730582558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/6348070288730582558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2011/01/doa-malam.html' title='Doa Malam'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-8444831226631951867</id><published>2010-10-07T08:21:00.000-07:00</published><updated>2010-10-07T08:26:39.980-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palung Hati'/><title type='text'>Surat yang Tak Pernah Sampai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TK3mZnc5dnI/AAAAAAAAAGo/LnPtDDTxf1c/s1600/surat.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TK3mZnc5dnI/AAAAAAAAAGo/LnPtDDTxf1c/s400/surat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525325645614773874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis surat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terlalu digemari lagi, tapi masih sering aku menulisnya. Tak banyak beda antara baca dan tulis, sampai semua kata jadi kehilangan arti. Terlalu sering, terlalu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap surat memiliki amplopnya, Pak Pos menunggu untuk antarkan, dan penerima menunggu si bapak itu, mengintip lewat jendela kamar setiap pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utopia penulis surat yang melankolis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyatanya. Tak semua nama yang dituju berniat membaca surat yang tak lebih berharga dari kertas yang tergeletak dengan beberapa goresan tinta. Kedua, kalaupun baca, mereka belum tentu paham benar apa maknanya, jangan-jangan kadang surat itu dikira salah alamat. Kasihan Pak Pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku tetap menulis, lagi dan lagi, sampai habis yang ada dalam hati, tumpah-tumpah menggenangi ruang literasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun penerimanya, ku cukupkan untuk hanya membuat surat itu. Menulisnya dan simpan rapat dalam amplop jingga. Tak ada yang tahu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedalamannya. Pesan yang paling ingin ku katakan ada di dalam surat yang tak pernah sampai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-8444831226631951867?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/8444831226631951867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/10/surat-yang-tak-pernah-sampai.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/8444831226631951867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/8444831226631951867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/10/surat-yang-tak-pernah-sampai.html' title='Surat yang Tak Pernah Sampai'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TK3mZnc5dnI/AAAAAAAAAGo/LnPtDDTxf1c/s72-c/surat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-4537874909949109783</id><published>2010-09-30T08:29:00.000-07:00</published><updated>2010-09-30T08:45:39.170-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelari'/><title type='text'>No More than 250 Words</title><content type='html'>20 years and more means 7300++ I lived in the earth, it also tells that there's 175.200 hours, 10.512.000 minutes and 6.3072 e8 said my calculator. Don't know how to write on those all story, happiness, sorrow, tears, and sweat. And when I challenged by 'tell about you, your interest and activity in maximum 250 word', this is the super mini about me :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If I’ve to represent myself into a single word, I choose ‘literature’. My father’s a journalist, when I was child he always told about a many issue that happen in my country. I grew up in his skeptical mindset. In elementary school I love a stage life. I often join a drama and reading poem competition, on those I learn to be a confident person. Then I also join scout, the important point I got were about independency and survived in a limitation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I’m interested in human social life. I joined a student press organization in a high school, so I can speak my opinion to others. I enjoy the process of thinking, read any source about topics, write it, and publish that.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now I lead an economics student press organization namely Equilibrium. Although I’ve actively joined some organization before, being leader give an opportunity to know about many new things. How to organize various people interest, reach organization goals, and interact with other activist. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To spread my wings, I’m not only write in campus media, my writing often published in national media, a good way to let my voice heard louder. My country suffered by a multi-dimentional crisis, it called me and many student college to criticize and offering solution to a better social life, we often make discussion about that issue, followed it up to many action. I hope everything that I learn today will contribute a changing in this country and world.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is it really represent me? :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TKSvW-rePEI/AAAAAAAAAGg/A739opvpXWo/s1600/Untitled-Scanned-09c.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 276px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TKSvW-rePEI/AAAAAAAAAGg/A739opvpXWo/s400/Untitled-Scanned-09c.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522731852380388418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-4537874909949109783?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/4537874909949109783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/09/no-more-than-250-words.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/4537874909949109783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/4537874909949109783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/09/no-more-than-250-words.html' title='No More than 250 Words'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TKSvW-rePEI/AAAAAAAAAGg/A739opvpXWo/s72-c/Untitled-Scanned-09c.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-1197284674507306500</id><published>2010-09-18T11:18:00.000-07:00</published><updated>2010-09-18T11:46:21.499-07:00</updated><title type='text'>Kepada Hafida</title><content type='html'>Kepada Hafida :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih ibu, karena lahirkan adik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih adik karena kau menemaniku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu aku masih terlalu kecil dan polos, tak ingat betul kapan kamu lahir. Tahu-tahu kamu selalu ada menemani aku bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu aku masih penakut, lalu kita kemana-mana bersama dan setiap malam bercerita tentang cita-cita aku dan kamu yang digantungkan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih ayah, karena membuatku dan adik menciptakan cita-cita dan memeliharanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semua cerita-cerita tentang indahnya Sungai Nil, sampai literatur ribuan halaman, membawa kami ingin pergi kesana. Mengupas isi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik, usiamu berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari ulang tahunmu, aku hanya dapat menjabat tangan, tanpa sebungkus pun bingkisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak waktu aku canggung menyampaikan betapa aku menyayangimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak saat dimana aku sibuk dengan egoku dan tak menengokmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jeda waktu itu, di setiap sujudku selalu kusebut namamu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang di gerbang yang semakin terbuka lebar, kedewasaan. Saat kita kecil, kamu dan aku ingin cepat dewasa agar dapat jadi astronot NASA yang terbang ke Mars.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sudah semakin dekat, dekat dengan apapun yang ingin diraih, dekat dengan apapun yang harus terjelang, dekat pula pada rengkuhan peluk untuk kembali pada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, berdoalah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu berdoa, kapanpun. Hanya Dia tempat kita mengadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Kala kamu butuh sandaran, ada aku. Jangan lagi resah sibuk mencari, karena kakak akan selalu menemanimu.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TJUDts3w2gI/AAAAAAAAAGY/210XQlI8K38/s1600/Untitled-Scanned-09.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 294px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TJUDts3w2gI/AAAAAAAAAGY/210XQlI8K38/s400/Untitled-Scanned-09.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5518321002086455810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah sedih, karena aku hanya akan tetap diam, tapi aku menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruslah tegak dan menjulang seperti pohon besar di depan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dengan cinta, di hari ulang tahun dik Fida yang ke 19&lt;br /&gt;19 September 2010&lt;br /&gt;01.17&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-1197284674507306500?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/1197284674507306500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/09/kepada-hafida.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/1197284674507306500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/1197284674507306500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/09/kepada-hafida.html' title='Kepada Hafida'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TJUDts3w2gI/AAAAAAAAAGY/210XQlI8K38/s72-c/Untitled-Scanned-09.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-5229635220812702142</id><published>2010-09-16T03:44:00.001-07:00</published><updated>2010-09-18T09:21:08.665-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Retorika Hujan'/><title type='text'>Hubungan dan Tong Sampah</title><content type='html'>Lewat layar televisi, media cetak, dan di dalam forum-forum kampus kita sering melihat seseorang yang tampak kenabi-nabian atau setengah dewa. Seseorang yang memiliki manajemen ekspektasi baik, tak banyak menuntut dari perilaku dan pencitraan orang lain. Saya dapat dengan mudah kagum dengan seseorang yang pandai mengaji dan bagus bacaan sholatnya. Mereka yang pandai berorasi pun sering dielu-elukan disana sini. Banyak pula di antaranya yang benar-benar pandai bersosialisasi, sehingga siapapun nyaman berada di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cantik, pandai, dan rendah hati. Sebaliknya, tampan, santun, dan cerdas. Tak jarang ditemui orang-orang macam itu dalam lingkungan kita. Kadang saya bertanta-tanya, bagaimana bisa mereka se-luar biasa itu. Apakah peradaban sudah kian maju, seakan manusia tak ada anomalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara mengenai hubungan antara pria dan wanita. Penjajakan, berpacaran, atau ta'aruf, atau sebutan-sebutan lain yang dirasa pantas. Beberapa orang mengalami banyak kejadian serupa. Antara satu pasangan dan pasangan lainnya kadang memiliki cerita yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkirkan dulu tentang segala yang berhubungan dengan romantisme, kasih sayang, dan kemauan saling memberi. Fitrahnya, kejadian kurang menyenangkan pasti terjadi dalam setiap hubungan. Ada cemburu, posesif, kejenuhan, atau mungkin rasa maunya menang sendiri. Seseorang yang baik di mata publik, belum tentu sama baiknya di mata pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria yang cerdas dan ramah, bisa jadi tukang mengeluh dan ketus terhadap pasangannya. Wanita yang penyayang dan logis mungkin saja mudah cemburu buta dan hobi mengatur lelakinya. Hubungan antar pria dan wanita seperti rumah yang terkunci  dengan jendela yang tertutup rapat. Bagaikan ada berbagai kesepakatan tidak tertulis bahwa cukup hanya mereka berdua yang tau isi rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, cinta memang tidak untuk diumbar pada publik. Kadang salah satu di antara mereka bercerita pada sahabat saat hilang arah dalam menghadapi masalah. Tetapi, tak ada yang tahu apakah cerita tersebut lengkap dan telanjang, tanpa sehelai benang pun menutupi. Wanita bilang prianya kasar, lelakinya konfirmasi si wanita tak bisa diatur. Mereka memang benar-benar datang dari dua planet berbeda, Venus dan Mars.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, sahabat saya mengatakan, "Kadang aku bisa menjadi sangat jahat di depan kekasihku, lebih jahat dari yang ku lakukan pada siapapun. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sontak terkaget-kaget, dia wanita yang lembut bagi siapapun yang mengenalnya, tetapi dia suka melarang kekasihnya keluar rumah jika tidak dengannya. Saat direnungkan, saya pikir benar juga. Saya pun mungkin pernah melakukan hal serupa, semangat 45 untuk mengantar teman mencari buku, tapi malas bukan main temani pacar survey velg mobil. Ya, variabelnya juga mesti jadi pertimbangan, apa yang dicari, dan kemana tempat yang dituju. Tetapi kata-kata teman tadi banyak menyadarkan bahwa ternyata kadang saya tak adil antara memperlakukan khalayak dan pasangan. Bisa saja sabar, luar biasa sabar saat bertemu rekan yang sulit diajak bekerja sama, tetap pasang senyum dan tarik nafas dalam-dalam untuk memanjangkan usus. Tetapi begitu dengan pacar, terlalu lama menunggu dijemput untuk malam mingguan saja bisa sangat memancing emosi dan kadang terlalu mungkin terlontar kata-kata kasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya memang relatif, tidak berlaku pada setiap pasangan. Ada juga banyak manusia yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;healthy inside fresh outside&lt;/span&gt; alias dengan siapapun selalu bersikap sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita berlaku tak baik pada lingkungan sosial, dampaknya akan jelas terasa, menjadi public enemy. Kekuatan kasih berbeda, pasangan cenderung lebih mudah memaafkan, dan saat masalah selesai berlaku seperti tak pernah ada sesuatu pun terjadi. Tetapi kalau menumpuk, jengah juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TJTk7qIJTUI/AAAAAAAAAGQ/BQIJKRglEM8/s1600/trash_turning_trash_into_cash-771324.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 302px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TJTk7qIJTUI/AAAAAAAAAGQ/BQIJKRglEM8/s400/trash_turning_trash_into_cash-771324.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5518287157007568194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah anomali, kadang pertemuan dengan pasangan bagaikan tong sampah. Kita selalu berusaha prima di depan banyak orang, berpikir positif dan menahan kesabaran setengah mati. Hal itu tentu berbuah manis, bisa dengan ungkapan kagum, sampai perlakuan istimewa dari lingkungan. Namun, dalam titik tertentu manusia juga bisa saja jenuh dengan istilah memahami orang lain, toleransi, dan mengalah. Pasangan kita yang cenderung dapat lebih menerima, lantas dijadikan tempat pembuangan akhir dari segala masalah. Dimulai dari keluhan-keluhan hidup, sampai jadi mudah marah karena hal tak esensial. Bukan masalah besar saat kita dalam masa pendekatan di awal penjajakan, semua masih terlampau dini, manis, dan indah. Tapi jadi problem besar saat menjadi kebiasaan menahun dalam suatu hubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasa mendapat sanjungan dari berbagai pihak, dan tidak mendapat hal yang sama dari pasangan adalah sebuah isu sensitif. Sebenarnya logis saja, kita jarang berdandan manis saat berada di rumah, dan di rumahlah kita bertemu pasangan. Ini hanya analogi, tetapi sah saja kalau diartikan mentah-mentah. Dalam hubungan suami istri pun sering terjadi begitu. Saat tak dikatakan pintar atau menarik oleh pasangan, sepihak saja wanita dapat mengatakan lelakinya tak peduli dan kurang menghargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakikatnya, pasangan tetaplah orang lain, sedekat apapun kita dengannya. Harus tetap diperlakukan dengan baik dari awal dan seterusnya. Kalau bisa bersabar pada teman sekampus, harusnya bisa bersabar juga padanya. Kalau lelah karena sudah terlalu banyak bertoleransi dengan lingkungan, cobalah sesekali perlihatkan kelelahan itu pada mereka, dan bukan hanya pada pasangan. Manis dan luar biasa baik di awal hubungan memang baik, dan sering terjadi, tetap konsistensi tersebut alangkah baiknya dibawa terus dalam perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan haruslah independen, menjadi sebuah objek yang diperhatikan baik, ada manajemennya juga. Hubungan bukan sebuah tong sampah yang hanya berisi ekstraksi buruk diri, bukan pula pengganti nomor 911 saat sewaktu-waktu butuh bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang berkata, semua ada di google, hampir semua. Kecuali perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang terlampau sulit mengejawantahkan perasaan, hubungan, dan anomali-anomali lain di dalamnya. Setiap apa-apa yang kita lakukan manusiawi, dan mungkin juga dilakukan orang lain, jadi tak perlu merasa terlalu bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, buanglah benda tak terpakai sedikit demi sedikit. Begitu ada, langsung buang. Tempat sampah itu banyak, yang butuh dibuang juga banyak, tak apa, toh kita juga yang menikmati isi dari bungkus tak terpakai itu. Hindari menimbunnya terlalu banyak, apalagi membiarkan hanya satu saja yang jadi tong sampahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.9.10&lt;br /&gt;05.13&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-5229635220812702142?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/5229635220812702142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/09/hubungan-dan-tong-sampah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/5229635220812702142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/5229635220812702142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/09/hubungan-dan-tong-sampah.html' title='Hubungan dan Tong Sampah'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TJTk7qIJTUI/AAAAAAAAAGQ/BQIJKRglEM8/s72-c/trash_turning_trash_into_cash-771324.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-4102401210328155812</id><published>2010-08-15T12:14:00.000-07:00</published><updated>2010-08-15T12:24:12.574-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelari'/><title type='text'>Berbicara</title><content type='html'>Hal yang paling saya suka adalah saat seseorang dapat menghargai sesama apa adanya. Tanpa pujian yang berlebihan, tanpa ejekan yang tak perlu. Sungguh senang saat kejujuran yang berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TGg95lODB8I/AAAAAAAAAGA/LYRogV3c3WI/s1600/n1531751466_30142652_5174.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TGg95lODB8I/AAAAAAAAAGA/LYRogV3c3WI/s400/n1531751466_30142652_5174.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505718603913299906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;" Rahmia. Kata-katamu bernyawa, seperti tulisanmu yang bernyawa. "&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ASP&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih. Saya akan terus menulis. Apa yang saya suka, apa yang saya harus. Untuk siapapun yang ingin baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kamarku, 2:22 a.m.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;16 Agustus 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-4102401210328155812?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/4102401210328155812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/08/berbicara.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/4102401210328155812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/4102401210328155812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/08/berbicara.html' title='Berbicara'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TGg95lODB8I/AAAAAAAAAGA/LYRogV3c3WI/s72-c/n1531751466_30142652_5174.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-7660697378060138672</id><published>2010-08-15T11:53:00.000-07:00</published><updated>2010-08-15T12:04:53.233-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palung Hati'/><title type='text'>Mengadu</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Terkadang manusia lelah menangis. Lelah menghamba pada kesenduan. Ia hanya butuh suatu gerakan kecil, yang tak berdampak apapun. Ia hanya ingin mengadu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TGg55Gqw1KI/AAAAAAAAAF4/JSbkwioGBj8/s1600/berbisik-b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 275px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TGg55Gqw1KI/AAAAAAAAAF4/JSbkwioGBj8/s400/berbisik-b.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505714197665731746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya Galuh. Buruh bangunan yang bekerja di bangunan tepi jalan besar menuju gang rumahku. Dia sama sekali tak cantik. Bahkan tak menarik. Bahkan mengerikan. Wajahnya bekas kebakaran di pipi kiri. Tadinya ia hidup dengan keadaan yang cukup baik, sampai suatu ketika api hampir saja melahap tubuh ibunya dan ia dengan segala kekuatan ingin menyelamatkan. Di saat yang sama ayahnya tiada. Karena si api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Pak Jarwanto, pemilik rumah yang sedang dibangun, Galuh walaupun seorang wanita, betapa kuat bekerja. Ibu dari empat anak yang tinggal di desa beberapa kilometer dari rumahku. Bibir galuh berbentuk huruf ‘u’ terbalik. Aku kira dia wanita yang hidupnya penuh lara. Suaranya luar biasa lembek. Kadang aku geram mendengar gaya dia bicara. Lemah. Dan tak menarik. Aku sungguh tak suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempo hari ibuku bercerita, Galuh tak pernah absen datang ke rumah Pak Jarwanto, sekalipun penyakit&lt;span style="font-style:italic;"&gt; epilepsy&lt;/span&gt; anaknya kambuh. Sekali lagi, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;epilepsy&lt;/span&gt;. Tak dapat kubayangkan. Lalu aku pernah berbincang dengan beberapa tukang sayur di warung dekat gang, membicarakan Galuh. Aku pikir dia pasti suka bercurah isi hati dengan para pedagang. Nyatanya tidak. Galuh pun tak pernah berhutang disana. Selalu menyelesaikan urusan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata dia cukup tangguh. Entah bagaimana bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari lalu, selepas aku turun dari bis sekolah ia memanggil. Aku kaget. Galuh memanggil. Tepatnya menyapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Baru pulang, Dik?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ I..i.. yaa..” jawabku terbata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kami berbincang santai, sesudah itu mampir di warung soto sebelah rumah Pak Jarwanto. Galuh tanpa aba-aba memelukku sambil menangis. Isakannya dalam dan pilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mbak, kamu kenapa nangis? “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangisan Galuh makin terdengar tragis. Aku bingung. Kupeluk ia, dalam dan erat. Entah kenapa, aku ikut menangis. Aku merasa kesedihannya merasuk ke tubuhku, lewat lengan, telapak tangan, dan bahuku. Aku berbisik, kamu wanita hebat jangan menangis, melalui kehangatan pelukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyeruput teh panas Galuh sedikit lebih tenang. Benar-benar sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mbak, cerita dong sama aku.. Kamu kok tiba-tiba nangis. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Nggak kok mbak, aku nggak apa-apa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mana mungkin.. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Suamiku poligami diam-diam, hatiku rasanya sakit. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tercengang. Seketika, kehebatan Galuh meningkat satu level dari sebelumnya. Setidaknya di mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mbak, kamu jangan bunuh diri ya.. Yang sabar.. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Nggak. Aku bukan orang bodoh. Bukan bocah lagi. Kasian anakku nanti kalau aku mati. Dimana-mana ibu tiri itu jahat. Aku nggak mau anakku diurus istri baru bapaknya. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mbak, kamu mau tak bantuin laporin kejadian ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika aku merasa bodoh. Laporan tentang suami poligami diam-diam. Entah harus lapor kemana, entah adakah tempatnya? Tapi tetap aku pasang wajah meyakinkan agar Galuh merasa dibela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Haha.. aneh-aneh aja kamu. Nanti aku malah disuruh sewa pengacara. Mana mampu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini pemahaman Galuh seaneh kalimat penawaranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Aku udah kebal kok. Bapakku nggak ada aku nangis, tapi yo sebentar. Wajahku rusak aku nangis, tapi yo nggak lama. Anakku sakit keras aku nangis, tapi yo uwis mau diapakan lagi. Kalau aku nangis, hidup gak akan nge-cup-cup-ke&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt; aku tha mbak..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hening sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Lagipula, aku merasa aku nggak pernah punya waktu untuk mengiba. Harus tetap kerja, di rumah anak-anak menunggu aku bawa pulang makan. Menunggu aku bayar biaya sekolah mereka. Pura-pura lupa saja aku sama masalah. Kalau sudah lupa betulan, maka aku tidak akan sedih lagi. Malah kadang aku merasa malu sama diri sendiri karena pernah serapuh itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mbak, kamu benci sama suamimu? “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Nggak. Istrinya lebih cantik juga dari aku. Lumrah wae. Biar deh, aku nggak perlu melankolis. Toh dia tidak akan kembali seperti yang dulu. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menegak teh di cangkir coklat sederhana sambil berpikir. Tak lama Galuh bangkit, seakan ingin buru-buru pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Eh, taktraktir ya kamu tehnya, gorengane bayar dhewe lho. Hehehe.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengernyit. Galuh melangkah pelan, bentuk tubuhnya yang ‘berantakan’ pergi menjauh. Dia tampak sangat tidak wanita. Dia tak pernah mengeluh. Dia sudah kebal, tak lagi ingin menangis. Tiba-tiba ia berbalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Aku hanya ingin mengadu..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika kulihat aura yang selama ini tak pernah ia tampakkan. Ada tangannya yang gemulai melambai, walaupun dibungkus kulit yang kasar. Dan aku sungguh-sungguh mendengar aduanmu, Galuh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar tahu. Kamu tak ingin lemah, pupus, galau, ataupun gundah. Kamu hanya ingin mengadu dan lalu merasa lebih baik. Tanpa ingin aduan itu berbuah atau beranak. Cukup dengan mengadu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-7660697378060138672?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/7660697378060138672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/08/mengadu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/7660697378060138672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/7660697378060138672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/08/mengadu.html' title='Mengadu'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TGg55Gqw1KI/AAAAAAAAAF4/JSbkwioGBj8/s72-c/berbisik-b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-1237319138740391626</id><published>2010-08-04T08:30:00.000-07:00</published><updated>2010-08-04T08:42:01.327-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nationale'/><title type='text'>Memberi Secercah Cahaya</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Cahaya! Beri aku cahaya!” adalah tangisan tak bersuara dari jiwaku, dan cahaya cinta menyinariku tepat pada saat itu. ( Helen Keller )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TFmJxB_ydII/AAAAAAAAAFo/eqHRm95LStY/s1600/light_molecules.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 306px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TFmJxB_ydII/AAAAAAAAAFo/eqHRm95LStY/s400/light_molecules.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501579895252350082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat itu merupakan kutipan dari ungkapan salah seorang wanita tuna rungu dan tuna netra asal Amerika yang hidup pada abad 18. Dengan pendidikan ia berhasil keluar dari belenggu keterbatasan yang menghujam jiwanya setiap detik. Jadilah ia wanita pertama peraih gelar sarjana dari perguruan tinggi terkemuka, Harvard University.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berbeda dengan keadaan fisik seorang Helen Keller, pada kehidupan rakyat kita, terutama bagi kelompok menengah ke bawah banyak terjadi kebutaan, ketulian, kebisuan, sampai kepincangan. Kebutaan itu ada karena ketidakmampuan untuk mengenyam pendidikan. Selanjutnya, mereka sulit mendengar atau mencerna tentang banyak fakta di negeri mereka sendiri karena minimnya konsumsi informasi. Keterbatasan itu membuat mereka menjadi bisu, tak tahu apa argumen yang tepat untuk membela hak, tak yakin pula suaranya didengar. Lalu, kepincangan terjadi saat mereka tak dapat berbuat apapun untuk mematahkan nasib kurang mujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sekelompok kaum intelektual yang mencoba terbebas dari keterbatasan, mengisi waktu dengan memahami disiplin ilmu, mencintai budaya  diskusi dan menulis, mempunyai visi membangun negeri, bernama mahasiswa. Tak seorang pun dapat membuat stereotype tentang perilaku mahasiswa, namun penjelasan tadi kiranya mewakili beberapa persen dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah artinya kelengkapan atribut itu tanpa kemauan untuk berbagi dan berkontribusi. Keresahan itu telah ada di benak sebagian besar dari mahasiswa, dan nafas pergerakan pun berdentum di berbagai penjuru negeri. Idealisme mahasiswa merupakan benda termahal, di dalam setiap kepala terukir utopia yang ingin diwujudkan. Lembaga pers mahasiswa salah satunya, menjadi squad yang skeptis terhadap keadaan yang dirasa tak beres, tanpa lelah mencari fakta yang harus diketahui publik. Berusaha menyuarakan ketidakadilan demi kebenaran tanpa sepeser pun insentif, demi niatan mulia untuk mendidik masyarakat. Walau posisi pers mahasiswa tak sekuat di era 70-an, dimana mereka justru menjadi rujukan, melebihi pers umum, namun karakter kejujuran dan keberanian itu tak pernah luntur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pers mahasiswa, terdapat berbagai pergerakan mahasiswa yang memiliki idealismenya masing-masing. Badan eksekutif mahasiswa, kelompok riset dan kajian keilmuan, kelompok pemerhati seni dan budaya, dan sebagainya. Tak ada satu bagian pun yang lebih penting dari yang lainnya, masyarakat yang plural perlu berbagai tangan lihai untuk menjangkau mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa telah memiliki kemampuan dan kemauan untuk berkontribusi, selanjutnya yang tak kalah penting adalah mempelajari medan pertempuran. Kuliah Kerja Nyata yang masih diberlakukan oleh beberapa universitas di Indonesia menyadarkan banyak mahasiswa bahwa ilmu dan asumsi yang mereka miliki ternyata tak cukup untuk membangun masyarakat secara efektif. Banyak fakta baru yang tak pernah terpikir sebelumnya dan membuat mahasiswa tak siap untuk menghadapi problema yang ada. Inilah pentingnya budaya riset dan penanaman local wisdom bagi mahasiswa. Berbagai fakta yang kita dapat dari media sampai buku diktat keluaran asing ternyata tak mampu memetakan tantangan yang sesungguhnya, untuk itu porsi observasi lapangan perlu ditambah dalam proses pembelajaran. Kecenderungan arogansi mahasiswa cukup besar dilihat dari kacamata masyarakat, maka diperlukan penanaman local wisdom agar terjadi keselarasan antara mahasiswa dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang dapat membatasi mereka yang mau dan mampu untuk membangun, namun mahasiswa masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk dapat memaksimalkan kontribusi. Kebutaan, ketulian, kebisuan, dan kepincangan yang dalam kehidupan rakyat akan perlahan hilang dengan keinginan penuh mahasiswa untuk memulai langkah konkret. Tak harus selalu dengan berteriak frontal kritik pejabat negara, karena perubahan bisa dimulai dari yang kecil dan bukan hasil dari menyalahkan keadaan. Masyarakat membutuhkan titik terang yang dapat memberi harapan dan motivasi untuk kehidupan lebih baik, dan mahasiswa mempunyai tugas untuk memberi secercah cahaya perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rahmia Hasniasari&lt;br /&gt;Mahasiswa Akuntansi FEB UGM&lt;br /&gt;Pemimpin Umum BPPM Equilibrium&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*tulisan ini pernah dimuat di Harian Seputar Indonesia Rabu, 3 Agustus 2010&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-1237319138740391626?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/1237319138740391626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/08/memberi-secercah-cahaya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/1237319138740391626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/1237319138740391626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/08/memberi-secercah-cahaya.html' title='Memberi Secercah Cahaya'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TFmJxB_ydII/AAAAAAAAAFo/eqHRm95LStY/s72-c/light_molecules.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-4239323106250976730</id><published>2010-08-04T08:22:00.000-07:00</published><updated>2010-08-04T08:40:25.670-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nationale'/><title type='text'>Cerdas Menilik Kebijakan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TFmJ2ne2MBI/AAAAAAAAAFw/Ea7RoEoEh1A/s1600/pln.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TFmJ2ne2MBI/AAAAAAAAAFw/Ea7RoEoEh1A/s400/pln.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501579991214075922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kita terbiasa dididik dan hidup dengan pilihan yang longgar atau meringankan. Berbagai kebijakan diterabas dengan mencari solusi yang memudahkan. Lihat saja aturan three in one yang sebenarnya punya tujuan mengurangi kepadatan jalan dan polusi udara. Bukannya berusaha bergabung dengan mobil milik rekan, banyak orang berpikir praktis dengan membayar beberapa ribu rupiah untuk jasa joki. Jadilah aturan itu dianggap menyulitkan, dan sibuk ditentang. Tak terkecuali kebijakan kenaikan tarif dasar listrik yang jadi buah bibir beberapa pekan terakhir, protes berkembang, minta ampun agar tak ada aturan baru yang mengocek kantong rakyat lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan kenaikan tarif listrik berkisar antara 6% sampai 18%, yang diatur sesuai dengan pemakaian daya. Keluhan datang dari pemakai daya kecil (rumah tangga) sampai pelanggan bisnis dan industri. Bagi pelanggan kelas industri, timbul kekawatiran meningkatnya beban biaya produksi. Kenaikan tersebut memberikan pilihan bagi perusahaan antara mengulum pahitnya profit margin yang rendah atau meningkatkan pendapatan melalui pembebanan ke harga jual produk. Pilihan pertama tentu berat, karena telah tersusun anggaran yang meng-cover tak hanya kos langsung, namun juga kos tak langsung yang telah diterapkan dari periode dan benchmark penggapaian tertentu. Tak ayal pilihan berikutnya dengan meningkatkan harga produk, tentu akan mengakibatkan efek domino dengan melambungnya harga kebutuhan lain, dan makin tercekiknya masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak punya banyak pilihan, karena kebijakan tetaplah kebijakan, yang juga telah disahkan dan harus kita telan sebagaimanapun getirnya. Mencoba menerawang bila kebijakan tersebut dapat ditaati dengan bijaksana, dorongan untuk melakukan efisiensi produksi dalam memanfaatkan energi listrik. Dalam hitungan penganggaran kos produksi tentu banyak terjadi ketidakefisienan yang harusnya dapat dikurangi, misalnya pengoptimalan set up cost  yang tak sedikit. Bila dikaji lebih lanjut, sesungguhnya pemakaian mesin secara tepat aturan dan efisien akan menjaganya tetap ‘sehat’ dan selanjutnya dapat mengurangi kos depresiasi, pengurangan beban jangka panjang industri. Efisiensi produksi dalam memanfaatkan energi listrik dapat memberi banyak kemanfaatan secara ekonomis. Sama halnya dengan industri, pelanggan rumah tangga dan pelaku bisnis dituntut untuk melakukan penghematan listrik kalau tak mau kebijakan ini makin menipiskan dompetnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ajakan untuk melakukan efisiensi penggunaan listrik telah didendangkan cukup lama, dengan pemadaman bergilir sampai ajakan waktu tertentu untuk mengurangi beban listrik. Selain melihat potensi dampak ekonomis pada industri dan beban PLN sendiri, efisiensi penting dilakukan karena dapat menekan laju pemanasan global.&lt;br /&gt;Saat menilik akibat dan berpikir jernih bagaimana menyikapinya, sebelumnya perlu untuk menelaah penyebab diberlakukannya kebijakan ini, yaitu : perbaikan struktur keuangan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar bisa meningkatkan investasinya. Kita perlu berempati secara logis saat fakta mengatakan bahwa PLN kesulitan mencari pinjaman bagi proyek investasinya bila tidak dijamin oleh pemerintah. Disamping itu, sudah saatnya pemerintah mengurangi subsidi yang diberikan pada PLN, agar selanjutnya dialokasikan pada sektor lain yang lebih membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan akan baik selama dijalankan sesuai aturan dan proses yang terjaga ‘kebersihannya’ sehingga tak menghamba pada keuntungan pihak tertentu yang mengakibatkan terjadinya penyelewengan. Tak hanya rakyat yang dituntut untuk cerdas dan dewasa dalam memandang sebuah kebijakan yang tak selalu mencakup keuntungan semua golongan, namun juga pemerintah yang dapat membangun kepercayaan publik pada amanah dan keyakinan yang telah dititipkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Rahmia Hasniasari&lt;br /&gt;Mahasiswa Akuntansi FEB UGM&lt;br /&gt;Pemimpin Umum BPPM Equilibrium&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*tulisan ini pernah dimuat di Harian Seputar Indonesia Rabu, 28 Juli 2010&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-4239323106250976730?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/4239323106250976730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/08/cerdas-menilik-kebijakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/4239323106250976730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/4239323106250976730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/08/cerdas-menilik-kebijakan.html' title='Cerdas Menilik Kebijakan'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TFmJ2ne2MBI/AAAAAAAAAFw/Ea7RoEoEh1A/s72-c/pln.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-579044112921623698</id><published>2010-06-27T03:13:00.000-07:00</published><updated>2010-06-27T03:41:48.642-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Retorika Hujan'/><title type='text'>Jarak, Ku Titipkan Rinduku..</title><content type='html'>Sejak kecil, aku tinggal berjarak dengan ayah. Hanya bertemu beberapa hari, lalu ia pergi lagi. Datang dengan sekantong penuh roti, lalu ia pergi lagi. Padahal roti itu belum habis ku makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang aku bilang tadi memang hanya tentang roti, sebuah benda mati. Tapi rasanya jadi berbeda dengan ada atau ketiadaan ayah. Aku tak ingat lapar, tak ingat memilikinya, saat ayah ada. Tapi saat ayah pergi, roti lahap ku makan karena ku ingin merasakan, bahwa ayah yang telah membelinya. Membawa benda itu, dari toko ke rumah ini. Yang sungguh berjarak. Maka aku ingin merasakan sisa ruhnya yang masih tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu ayah datang, membawa bahagia ke dalam rumah. Melontarkan candaan tak lucu, namun ku tertawa. Mengernyit seram saat ku buat kesal, namun semakin aku menyayanginya. Mendengkur keras saat tertidur di tengah pertandingan bola kesukaannya, namun membuatku tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, hanya dapat aku lihat, ada gambarnya, ada roti yang ia beli. Di rumah yang sama, dimana biasa ia bawa pulang kebahagiaan di tengah keluargaku. Kursi yang sama, hanya tak ada ia yang pulas tidur mendengkur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin disana ayah sedang makan roti, sama denganku. Tapi di antara kami ada jarak. Bagiku jarak itu lawannya waktu. Semakin banyak jarak, semakin sedikit waktu. Waktu untuk kami bertemu kembali. Waktu untuk kami bersenang hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TCclao5Qq_I/AAAAAAAAAFQ/IZjJkCHYFrU/s1600/balcony_may07.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TCclao5Qq_I/AAAAAAAAAFQ/IZjJkCHYFrU/s400/balcony_may07.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487395810558651378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore ini, di depan kamarku ada awan cerah, biru semu jingga. Mungkin di depan kamar ayah pun begitu. Aku memikirkannya, ia pun sama, mungkin sedang pikirkanku. Namun, lagi-lagi jarak membuat kami hanya bisa saling diam walau ingin berbagi. Hanya bisa termenung, meski ingin tertawa menyapa. Di saat yang sama, waktu berjalan semakin mendekat pada hari pertemuan, pun pada hari berpisah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ku tersenyum, dalam indahnya angin sore, dan hangatnya mentari yang perlahan tenggelam, ku titipkan rindu untuk ayah. Rindu sama dengan makan rempah, cengkeh sampai kapulaga. Sekuat apapun ingin kau nyatakan, rasa pekatnya tak terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menanti, bertemu dengan ayah lagi. Namun ingatkan aku, untuk tak menanti waktu untuk berpisah kembali. Walaupun yang kedua selalu datang lebih cepat, walau tanpa dinanti. Di selanya hanya ada dua pilihan, bahagia dan rindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partikel jarak, waktu, rindu, dan bahagia sulit untuk ku mengerti. Tapi untuk apa, mereka juga tak mengerti aku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin aku akan merindu sambil bahagia, agar penantianku terasa cepat, penantian untuk segera bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak, ku titipkan rinduku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Di depan kamarku, di bawah langit sore yang cerah&lt;br /&gt;27 Juni 2010&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-579044112921623698?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/579044112921623698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/06/jarak-kutitipkan-rinduku.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/579044112921623698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/579044112921623698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/06/jarak-kutitipkan-rinduku.html' title='Jarak, Ku Titipkan Rinduku..'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TCclao5Qq_I/AAAAAAAAAFQ/IZjJkCHYFrU/s72-c/balcony_may07.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-966906448908930456</id><published>2010-06-10T18:06:00.000-07:00</published><updated>2010-06-10T19:37:18.252-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berbagi Kesukaan'/><title type='text'>Guru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TBGS9QZlPII/AAAAAAAAAFI/CqAo4Yhwqpk/s1600/04teacher-600.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TBGS9QZlPII/AAAAAAAAAFI/CqAo4Yhwqpk/s400/04teacher-600.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481323802558545026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru yang baik tidak pernah menyadari betapa muridnya telah banyak lebih memahami dari apa-apa yang ia beri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru yang baik dengan diamnya saja, tidak bertanya apa-apa malah membuat otak muridnya bekerja lebih berat, mencari jawaban lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun guru pun manusia, berhak dan wajar melewati apapun yang diajarkan saat merasakan makna dari ajarannya pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esensi guru itu adalah kemauan dia memberi apa yang dia punya bahkan dengan diam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*cuplikan dari perbincangan di pagi hari bersama seorang sahabat terkasih&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lantas, siapakah guru itu..&lt;br /&gt;Apakah hanya mereka yang sudah dapat sertifikasi dan berseragam coklat, ataukah hanya mereka yang dapat julukan pahlawan tanpa tanda jasa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu untuk sadar bahwa kehidupan tak berhenti belajar.&lt;br /&gt;Tak cukup dengan taman kanak-kanak, sekolah dasar sampai menengah atas, dan strata 1 sampai 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor pun tetap belajar.&lt;br /&gt;Di hari libur kita masih belajar.&lt;br /&gt;Tanpa ujian akhir semester, kita pun punya ujian lain yang penilaiannya tanpa kertas dan jawabannya tak ditulis dengan pena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guruku tersebar di penjuru, mereka dapat memberi dalam diamnya, meninggalkan inspirasi yang mempunyai efek besar dalam mengubah pandangan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Luasnya dunia tak dapat kupahami sendirian, untuk itulah Tuhan mengirimkan begitu banyak guru..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamarku, 11 Juni 2010&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-966906448908930456?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/966906448908930456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/06/guru.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/966906448908930456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/966906448908930456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/06/guru.html' title='Guru'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TBGS9QZlPII/AAAAAAAAAFI/CqAo4Yhwqpk/s72-c/04teacher-600.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-1966921953147575740</id><published>2010-06-09T23:53:00.000-07:00</published><updated>2010-06-10T01:11:21.411-07:00</updated><title type='text'>Aldiena</title><content type='html'>Kita bertemu, sejenak menyapa&lt;br /&gt;Merapat, tertawa berbisik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam tahun sudah, sejak kita berkenalan malu-malu&lt;br /&gt;Diawali perbincangan tak esensial..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku miliknya, dan kau milik seseorang&lt;br /&gt;Entah mengapa, walau seharusnya tidak, kita menjauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang aku menyapa, kamu tersenyum,&lt;br /&gt;Tapi tetap kosong&lt;br /&gt;Karena kita terpisah jurang yang tak tampak,&lt;br /&gt;Tertutup kabut senja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hati aku sedang terluka, melirik sibuk mencari uluran tangan&lt;br /&gt;Di saat yang sama ku melihatmu, mata yang bergerak sama sibuknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bingo!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dalam kekalutan yang sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seperti biasanya,&lt;br /&gt;Dimana ada dentuman semangat feminisme,&lt;br /&gt;Nafas emansipasi&lt;br /&gt;Kita berdiri tegak layaknya karang&lt;br /&gt;Pantang menengok masa lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seperti biasanya,&lt;br /&gt;Peluh pun tak halangi kita berlari&lt;br /&gt;Kelelahan sudah jadi teman minum kopi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita luluh oleh luka yang dalam..&lt;br /&gt;Remuk rapuh, jatuh memanja melas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku bercerita, curahan hati sahabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tumpah..&lt;br /&gt;Tak ada lagi senyum arogan,&lt;br /&gt;Tiada lagi tatapan sungkan,&lt;br /&gt;Aku makin mengenalmu yang bersih hatinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, di saat ku menuliskannya,&lt;br /&gt;Kamu telah sampai di dermaga yang kamu tuju&lt;br /&gt;Kamu telah berhasil menerbangkan pesawatmu..&lt;br /&gt;Kamu telah kokoh berbalik menatap hari yang baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku senang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menatapmu yang kini bagai menatap masa depan,&lt;br /&gt;Melihat bahwa dalam setiap perjuangan yang getir, selalu ada rumah yang hangat tempatku pulang untuk bahagia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu pernah berkata,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Jangan sedih karena sendiri, karena saya akan selalu ada menemanimu“&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalimat sederhana berisi sepuluh kata, yang terus terngiang untuk menguatkanku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya kamu, tetapi mereka, dia, dan tentunya Dia, ada bersamaku..&lt;br /&gt;Lalu, sejak itu aku tak lagi ragu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TBCVqSwvpNI/AAAAAAAAAFA/53noE8rQOPs/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 131px; height: 87px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TBCVqSwvpNI/AAAAAAAAAFA/53noE8rQOPs/s400/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481045300333225170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih sahabat, telah ajarkanku cara sederhana perjuangkan kebahagiaanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;kamarku, 10 Juni 2010&lt;br /&gt;sesaat setelah membaca tentang keteguhan hati sahabatku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-1966921953147575740?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/1966921953147575740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/06/aldiena.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/1966921953147575740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/1966921953147575740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/06/aldiena.html' title='Aldiena'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TBCVqSwvpNI/AAAAAAAAAFA/53noE8rQOPs/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-5818098969773478270</id><published>2010-06-09T21:32:00.000-07:00</published><updated>2010-06-09T21:42:13.666-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palung Hati'/><title type='text'>Bom Waktu</title><content type='html'>Ini semua seperti kematian&lt;br /&gt;Yang tak ku tahu kapan akan datang&lt;br /&gt;Hanya ku tahu kepastian datangnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua bagaikan hujan tanpa mendung&lt;br /&gt;Tsunami tanpa guncangan&lt;br /&gt;Hingga ku tak tahu segera ia tiba&lt;br /&gt;Atau mungkin aku tahu&lt;br /&gt;Karena ia bom waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TBBsKnmmDOI/AAAAAAAAAEg/EGmYnmPof6U/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 149px; height: 149px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TBBsKnmmDOI/AAAAAAAAAEg/EGmYnmPof6U/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480999676195245282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai ku tahu kedatangannya&lt;br /&gt;Andai dapat ku terka ia mendekat&lt;br /&gt;Maka akan kulakukan semua yang ku suka denganmu kemarin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergi ke bukit bersinar&lt;br /&gt;Mendengar lagu indah&lt;br /&gt;Berjalan ke kota impian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila hanya sehari pun waktuku&lt;br /&gt;Maka akan kuhabiskan seluruhnya&lt;br /&gt;Sehingga takkan ku menyesal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlambat sudah, karena ia telah datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jogjakarta, 7 Juni 2010&lt;br /&gt;Di tempat yang ingin ku ajak kau kemari&lt;br /&gt;Teruntuk batu besar,&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-5818098969773478270?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/5818098969773478270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/06/bom-waktu.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/5818098969773478270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/5818098969773478270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/06/bom-waktu.html' title='Bom Waktu'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TBBsKnmmDOI/AAAAAAAAAEg/EGmYnmPof6U/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-3642832604874266609</id><published>2010-06-06T21:44:00.000-07:00</published><updated>2010-06-06T22:02:46.708-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palung Hati'/><title type='text'>Masih ada kereta, Rahmia..</title><content type='html'>Aku duduk di kursi peron 11&lt;br /&gt;Pipiku masih merah bekas kena tampar&lt;br /&gt;Penjaga stasiun lelah dengan tingkahku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima jam lalu ku membeli sebuah tiket menuju kota lama di timur kota&lt;br /&gt;Di sana ada pertunjukan sirkus ternama, dan aku ingin menyaksikannya&lt;br /&gt;Di kursi yang sama aku membaca selebaran kota hijau di barat daya,&lt;br /&gt;Di sana ada seniman puisi kondang, aku cinta puisi..&lt;br /&gt;Kutukarkan lembaran tiket itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria menyambarnya, ujarnya kota itu tak terima perantau dari utara&lt;br /&gt;Ku ragu,&lt;br /&gt;Kutukarkan lagi tiketku pada yang semula&lt;br /&gt;Petugas stasiun memandang murka, namun kali ini ku yakin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama, di sampingku duduk ibu tua..&lt;br /&gt;Dia orang timur, dengan arogan menceritakan anak sulungnya jadi tuan tanah sekaligus pengelola sirkus ternama itu&lt;br /&gt;Sumpah ku mual,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melangkah kecil mengintip apakah masih ada tiket ke kota barat daya&lt;br /&gt;Mengintip di sela lubang tangan pembeli dan koin uang&lt;br /&gt;Lalu tersenyum pada penjaga, dia bukan si murka tadi&lt;br /&gt;Aku beramah tamah mengatakan ingin beli tiket ke barat daya&lt;br /&gt;Menanyakan berapa jumlah koin yang mesti kutukar,&lt;br /&gt;Bahkan ku telah sepakat dan tiket itu kupegang setengah&lt;br /&gt;Sampai ku sadar pesan ibuku, untuk pergi ke timur merawat adik bungsuku yang sakit keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sempat jelaskan, tamparan panas mendarat di pipiku&lt;br /&gt;Si petugas mengatakan aku ini bagaikan wanita tak setia seenak-enaknya berpindah haluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi siapapun tak jadi masalah untuk pilih tiket yang mana&lt;br /&gt;Tapi jelas setelah naik kereta nanti aku akan menghabiskan sisa hidupku di tempat tujuannya, tanpa kembali lagi ke utara,&lt;br /&gt;Maka ku harus yakin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiket ke timur masih kugenggam,&lt;br /&gt;Di pipiku yang perih meleleh tangis kekecewaan, &lt;br /&gt;Tentang aku yang sulit memutuskan dan menjadi sangat tercela karenanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupejamkan mata,&lt;br /&gt;Aku tahu akan tertinggal kedua kereta itu,&lt;br /&gt;Tak dapat menonton sirkus, maupun dengar puisi indah yang akan paling kusuka sepanjang hidup&lt;br /&gt;Aku tahu tak ada satupun yang sudi memberikan aku tiket menuju kota lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kudengar suara yang entah darimana asalnya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“ Masih ada kereta, Rahmia.. “&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah itu keraguanku sirna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menahan sakit dan menyeka air mata sendiri, aku menunggu..&lt;br /&gt;Kereta mana yang akan suara itu kirimkan padaku&lt;br /&gt;Kuyakini hanya suara itu yang akan berikan aku kota tujuan yang tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Biarkan semua pergi meninggalkanku&lt;br /&gt;Aku akan kuat walau hari ini tak ada kereta tersisa&lt;br /&gt;Kedinginan tanpa belas kasih, karena mereka melihat ini akibat kesalahanku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TAx7EVEnGvI/AAAAAAAAAEA/qTCg5sYJ2CY/s1600/train-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 243px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TAx7EVEnGvI/AAAAAAAAAEA/qTCg5sYJ2CY/s320/train-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479890160909228786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ku yakin&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masih ada kereta, Rahmia..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-3642832604874266609?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/3642832604874266609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/06/masih-ada-kereta-rahmia.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/3642832604874266609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/3642832604874266609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/06/masih-ada-kereta-rahmia.html' title='Masih ada kereta, Rahmia..'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/TAx7EVEnGvI/AAAAAAAAAEA/qTCg5sYJ2CY/s72-c/train-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-2782827510607820719</id><published>2010-05-01T23:50:00.000-07:00</published><updated>2010-05-02T00:04:23.683-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berbagi Kesukaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelari'/><title type='text'>Fariz</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S90ja7dxzAI/AAAAAAAAAD4/f2nqW8QM5Zg/s1600/23858_1364003434132_1653007423_900634_5670449_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S90ja7dxzAI/AAAAAAAAAD4/f2nqW8QM5Zg/s320/23858_1364003434132_1653007423_900634_5670449_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466564468243811330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sesuatu yang lebih berharga di antara kata menang atau kalah.&lt;br /&gt;Sekelumit rasa yang hadir dalam sebuah proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang ini saya datang ke arisan trah. Haru bercampur bangga mendengar sekaligus menyaksikan seorang teman sepermainan di waktu kecil berhasil mengukir prestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fariz namanya, ia adik sepupu yang tampan tapi penakut di masa kecil. Saya suka mengoloknya karena bahkan ia takut pergi ke kamar mandi sendirian di malam hari. Ia anak pertama yang dulu begitu dimanja sang ibu. Namun kini ia dalam proses menjadi seorang pekerja keras yang bagi saya luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basket. Awalnya saya dan Fida, adik kandung saya, yang paling semangat ingin belajar olahraga tersebut. Saat masuk SMP kami membujuk ayah memasang ring di halaman rumah dan membeli sebuah bola berwarna hitam. Setiap sore, sepanjang hari libur, dan banyak waktu senggang lainnya, kami suka asal lempar atau asal dribble, yang penting senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, saya payah dalam basket. Lain dengan adik saya yang sungguh berbakat, jadilah dia atlet basket yang cukup baik dan menyabet penghargaan bergengsi di bangku SMP. Fariz, satu dari beberapa sepupu yang dulu hobi main basket bersama kami, meski sering sekali dia saya intimidasi karena mudah ngambek lalu mengadu pada ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki masa SMA Fariz menyusul Fida yang mulai menggilai basket secara serius. Dia mungkin saja dianggap masih anak kemarin sore oleh banyak pihak, namun belakangan prestasinya makin memuncak. Dengan tinggi badan 187 cm, cukup di atas rata-rata pemain basket kelas Jogja, ia punya modal yang baik untuk terjun lebih dalam. Namun kalau hanya dengan itu sih, saya rasa masih kurang, dan dia membuktikan untuk berjuang lebih, ia mampu, karena terus berusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam event DBL belum lama ini, bisa dibilang dialah bintangnya, 1 dari 5 pemain terbaik di Provinsi DIY. Saya memang belum pernah melihat ia bertanding, tapi mendengar cerita tentangnya dari Fida sudah membuat saya kagum. Toh kalaupun saya nonton, saya gak ngerti juga yang bagus kayak apa. Dia akan bertanding beberapa pekan depan untuk menyabet pemain terbaik tingkat nasional, saya banyak berdoa untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit bercerita, walaupun Fariz masuk dalam jajaran pemain terbaik, namun sekolahnya tidak menduduki juara pada DBL, saat itu ia diungguli oleh Padmanaba tercinta saya. Dan lebih banyak bercerita lagi, siang tadi ibu Fariz berkata, "Sayang sekolah Fariz pemain bagusnya tidak rata, jadi belum pernah sampe ke final. Ya walaupun sulit untuk jadi juara, tapi kan pengen juga sekali-sekali sampai final", lalu budhe saya menanggapi dengan logat jawa kental, "Yo malahane kalo kalah dari awal, jadi gak perlu capek-capek main, tapi nanti ga menang", saya dan Fariz senyum sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat tidak sependapat. Bagi saya bukan soal menang kalahnya, tapi bagaimana kita menikmati sebuah proses. Saya tak yakin hadiah besar membuat banyak pemain tergiur. Pengalaman rasanya lebih mahal dari tawaran hadiah yang bisa memuaskan banyak kebutuhan materiil kita. Masa ini, sebaik-baiknya masa belajar, karena memang kedewasaan yang kita cari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kalah tanding atau mendapat kegagalan, seseorang merenung sedih di sebuah sudut. Entah apa yang di dalam otaknya, kecewa, sesal, ingin bangkit atau putus asa. Bagi saya, disinilah poinnya, karena mereka yang mau belajar akan selalu selangkah lebih maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bisa menggambarkan manisnya kembang gula atau indahnya gunung pemandangan bukit bintang, tetapi sulit bagi saya untuk melukiskan indahnya rasa perjuangan. Dan karena sulit terungkap, semuanya makin terasa mengagumkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada dia, doa dan harapan besar dari segenap keluarga besar. Adikku, semoga kamu bisa terus belajar..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-2782827510607820719?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/2782827510607820719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/05/fariz.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/2782827510607820719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/2782827510607820719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/05/fariz.html' title='Fariz'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S90ja7dxzAI/AAAAAAAAAD4/f2nqW8QM5Zg/s72-c/23858_1364003434132_1653007423_900634_5670449_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-9076074323465658059</id><published>2010-04-30T06:19:00.000-07:00</published><updated>2010-04-30T06:29:11.061-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palung Hati'/><title type='text'>Si Kecil yang Kusayang</title><content type='html'>Ia telah renta.&lt;br /&gt;Banyak goresan di permukaan tubuhnya.&lt;br /&gt;Kamu tak terlalu renta kurasa, tapi kini ia tak dapat berlaku semestinya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naif, ia hanya benda mati.&lt;br /&gt;Namun kurasa ia yang terdekat denganku untuk lebih dari setahun ini, menemani di hari yang gelap maupun terang, panas dan hujan, serta saat ku menangis maupun tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warnanya mocca, selalu menemaniku kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa bodoh untuk bersedih karena ketidakmamkpuannya menjadi sahabatku lagi.&lt;br /&gt;Ku bersedih, karena banyak karya tertuang olehnya, banyak rasa kusampaikan padanya, dan ia menghubungkanku dengan banyak hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S9raO367zMI/AAAAAAAAADo/qnCvrGsL3m0/s1600/hugging_kittens.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S9raO367zMI/AAAAAAAAADo/qnCvrGsL3m0/s320/hugging_kittens.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465921046831680706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bisa saja diganti, bahkan dengan yang jauh lebih baik, tapi aku tetap lebih suka dengannya, aku ingin terus bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai teman kecilku yang cukup berat dibanding sesamamu, tahukah kamu, bahwa aku merindukan kamu yang dulu.&lt;br /&gt;Kamu yang bersemangat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau kata orang ini tak penting, tapi ketiadaanmu membuatku benar-benar kacau, terutama untuk malam ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersedih :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih berharap kamu bisa segera pulih..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-9076074323465658059?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/9076074323465658059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/04/si-kecil-yang-kusayang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/9076074323465658059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/9076074323465658059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/04/si-kecil-yang-kusayang.html' title='Si Kecil yang Kusayang'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S9raO367zMI/AAAAAAAAADo/qnCvrGsL3m0/s72-c/hugging_kittens.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-2007454442225804259</id><published>2010-04-24T19:52:00.000-07:00</published><updated>2010-04-24T20:00:37.115-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Retorika Hujan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelari'/><title type='text'>Rapuh</title><content type='html'>Apa yang salah dengan rupa-rupa kita yang berbeda, kalau hati kita sama putihnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang ironis dengan aku yang suka utara, lantas kau yang di selatan mengatakanku tak imbang, padahal kau sendiri tak ingin menjamah utaraku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah perlu kusampaikan kalau aku benar-benar ingin kutub-kutub ini berdamai, karena kurasa hal itu tak penting bila ku tak melakukan apa-apa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau berkata aku cacat hati dengan segala tampakku yang tak ingin terlalu sering merunduk, namun kau buta dan tuli saat kau juga tak mau mengubah pandanganmu padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan saat ku mencoba, kau hanya tersenyum sekelebat, lalu kembali memakiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa salah jika ku terbiasa tidur di kasur empuk, sedangkan kau mengikrarkan bahwa orang macam aku ini tak tahu apapun tentang dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib ini, jalan ini, bukan pilihanku, tapi pilihan orang tuaku dengan usaha mereka, dan kehendak Tuhan yang memberikan suratan ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu, kita, kamu, maupun aku, punya peran yang sama, punya beban yang sama beratnya, punya sisi angkuh masing-masing, dan sebuah kerapuhan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa orang berpakaian bagus tak boleh ikut menyapu sudut pilu jalanan kota kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sama denganmu, terlahir sama, hidup dengan segala tuntutan yang sama, dan kelak akan mati dalam bentuk yang sama..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bolehkahkah aku ingin berlari sekuat kamu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang aku ingin berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak peduli dengan urusan ini, aku lelah dengan kamu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, aku tak apa merasa lelah, aku tak apa kau bilang tak mampu, tapi berhenti menghinaku di belakang.. Tolong berhenti, aku tak suka mendengarnya.. Karena percayalah, aku tak pernah ingin menghinamu, walau aku merasa kau bergitu hina dengan berucap sesuatu serendah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku sadar, kamu hanya masalah kecil, aku punya banyak yang lebih besar, bahkan semangatku lebih kuat dari kamu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu selalu banyak yang membela, lantas untuk itu kamu merasa benar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak mencari pembelaan, aku tak ingin dikasihani, kalaupun banyak belaan, biarkan itu jadi semangatku, bukan senjataku untuk menyerang kamu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku begitu menyayangimu seperti saudaraku, ku tak ingin hanya karena ego, kita hancur bersama kesia-siaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf sahabat, aku memang banyak mengalah untukmu akhir-akhir ini, atau akhir-akhir kemarin, tapi untuk ini ku tak mau..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong jangan hentikan langkahku dengan umpatanmu, karena kamu hanya akan lelah, aku tetap akan berlari demi cita-cita ini, demi kita semua. Sungguh bukan hanya untukku,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tak apa bila kau masih saja merendahkanku disana, sekarang aku hanya ingin berterima kasih, karena aku lelah menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S9OvdiMT3vI/AAAAAAAAADg/vCTqbB2Yj6E/s1600/cry1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S9OvdiMT3vI/AAAAAAAAADg/vCTqbB2Yj6E/s320/cry1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463903694860050162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih karena kau telah menguatkanku di setiap tamparanmu..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-2007454442225804259?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/2007454442225804259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/04/rapuh.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/2007454442225804259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/2007454442225804259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/04/rapuh.html' title='Rapuh'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S9OvdiMT3vI/AAAAAAAAADg/vCTqbB2Yj6E/s72-c/cry1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-2438582315987726781</id><published>2010-04-22T22:40:00.000-07:00</published><updated>2010-04-22T23:53:30.435-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelari'/><title type='text'>Penyelamat Kota yang Gelap</title><content type='html'>Aku berlari melewati lorong gelap, di sampingnya terdapat got-got berisi kubangan air keruh beraroma busuk. Mataku pedih oleh kontaminasi karbon monoksida, nafasku sesak, ini sungguh pengap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan ini aku berpikir. Otak berisi gulungan film panjang yang tak berujung, memutar tiap adegan bermakna ganda. Antara kebaikan dan keburukan, atau hitam putih yang saling mengisi. Menyebut terang dalam gelap. Film itu sedang berputar dengan genre yang bukan drama. Lalu kuuraikan kesejukan dan rasa panas sekaligus. Damai dalam pertikaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin ku segera pergi dari lorong ini, sayangnya ia panjang tanpa jalan pintas tempat ku dapat secepatnya bebas. Senang atau tidak aku musti tetap lewati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya.. Kutemukan ujungnya, titik terang yang semakin berpendar semakin kujalani. Bukan lagi sesak, tak ada aroma menyengat. Bumi yang kini kulihat berisi padang rumput yang indah, bunga-bunga warna cerah memenuhi setiap sudut mengeluarkan aroma teduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota ini nyaman bagi penguninya, penduduk berpakaian rapi hilir mudik di jalanan pusat perbelanjaan dan perpustakaan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutengok lorong busuk tadi bertuliskan "Penyelamat Kota yang Gelap". Disanalah bersatu segala limbah kota, mulai busa cucian, sampai gas beracun, sehingga tak ada lagi barang buruk di dalam kota selain lorong. Aku heran bagaimana prosesnya, dikemanakan kelanjutan limbah itu, atau bagaimana bila suatu hari lorong itu tak kuat lagi menampung semua karena keterbatasan kapasitas. Namun begitulah digariskan warga kota dapat hidup damai, hanya karena adanya sebuah lorong rendahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lorong itu adalah gerbang masuk ke dalam kota ini, tak ada jalan lain, hanya gerbang arah Timur. Di arah Barat, Utara, dan Selatan terdampar samudera tanpa pelabuhan, dan kota ini tak mengenal sesuatu yang terbang di udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berbalik menatap kawasan indah ini lagi, lalu ku tersenyum. Bayangan lorong itu tak akan pudar dari pikiranku, apakah jelas atau hanyalah sketsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam mengajarkanku berpikir, mengerti arti dunia lebih dari yang selama ini aku lihat. Datang seseorang dari belakangku, masih tergopoh-gopoh, iya baru saja keluar dari si gelap tadi. Tak kutanyakan bagaimana ia merasa, iya sedang menikmati sensasi indah di atas susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kami berbincang, ia tersenyum, teduh kurasa. Selanjutnya kami bercerita tentang keunikan kota ini, alam yang mendidik manusianya. Lalu kusadar, orang ini serupa alam yang diekstraksi dalam bentuk manusia, entah bagaimana ia bisa. Belakangan kutahu, ia telah berjalan di lebih dari 50 kota dan melewati 30 lorong. Pantas saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ini semakin bermakna, dulu ku hanya belajar sendiri dari alam dan kini kutemukan bentuk lainnya yang bisa bebicara tanpa kusuarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegundahan dan kesulitan adalah jalan yang tak kuasa kuhindari, aku merana olehnya. Sampai di satu titik aku sadar, ia gerbang menuju kedamaian yang hakiki tempat ku bersyukur setelah perjuangan yang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin aku akan melewati lorong yang gelap lagi, entah sendiri atau bersama pembelajar lain. Alam selalu menjadi tempat belajar terbaik bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S9E0abSyr-I/AAAAAAAAADI/SjBw5gO9spU/s1600/lorong-100m-menuju-kawah-kelud.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S9E0abSyr-I/AAAAAAAAADI/SjBw5gO9spU/s320/lorong-100m-menuju-kawah-kelud.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463205451584942050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-2438582315987726781?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/2438582315987726781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/04/penyelamat-kota-yang-gelap.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/2438582315987726781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/2438582315987726781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/04/penyelamat-kota-yang-gelap.html' title='Penyelamat Kota yang Gelap'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S9E0abSyr-I/AAAAAAAAADI/SjBw5gO9spU/s72-c/lorong-100m-menuju-kawah-kelud.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-1607427775262905518</id><published>2010-04-19T09:42:00.001-07:00</published><updated>2010-04-19T10:01:21.732-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Retorika Hujan'/><title type='text'>Busy Woman's Reflections</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yIVzF4HTI/AAAAAAAAACY/rlhmFxDg0lE/s1600/Mobile+uploads616.edt.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yIVzF4HTI/AAAAAAAAACY/rlhmFxDg0lE/s320/Mobile+uploads616.edt.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461890356167056690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;my daily activity, play with myself&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yI_hrC8FI/AAAAAAAAACg/uP_8d5N2UVc/s1600/Mobile+uploads617.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yI_hrC8FI/AAAAAAAAACg/uP_8d5N2UVc/s320/Mobile+uploads617.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461891073045622866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohh, you? Taking a picture of me?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yJcdb8oBI/AAAAAAAAACo/YRQ1MWDn7Hk/s1600/Mobile+uploads618.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yJcdb8oBI/AAAAAAAAACo/YRQ1MWDn7Hk/s320/Mobile+uploads618.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461891570124759058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I have a camera too&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yJtt8o_RI/AAAAAAAAACw/YQ_wVtdPcio/s1600/Mobile+uploads619.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yJtt8o_RI/AAAAAAAAACw/YQ_wVtdPcio/s320/Mobile+uploads619.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461891866614627602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cheers&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yJ9ghod8I/AAAAAAAAAC4/CuXCnoR87pA/s1600/Mobile+uploads620.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yJ9ghod8I/AAAAAAAAAC4/CuXCnoR87pA/s320/Mobile+uploads620.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461892137889593282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don't go please..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yKK4OCNaI/AAAAAAAAADA/7ba7zTR4-cA/s1600/Mobile+uploads621.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yKK4OCNaI/AAAAAAAAADA/7ba7zTR4-cA/s320/Mobile+uploads621.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461892367588144546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okay. Again, i'm playing with myself.. truum.. truumm..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-1607427775262905518?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/1607427775262905518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/04/busy-womans-reflection.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/1607427775262905518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/1607427775262905518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/04/busy-womans-reflection.html' title='Busy Woman&apos;s Reflections'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yIVzF4HTI/AAAAAAAAACY/rlhmFxDg0lE/s72-c/Mobile+uploads616.edt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-3719564445929966186</id><published>2010-04-19T09:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-19T09:42:14.748-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berbagi Kesukaan'/><title type='text'>Segenggam Cerita dari Depok</title><content type='html'>Kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi&lt;br /&gt;Kalau ada umur panjang, boleh kita bertemu lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang bisa menebak usia seseorang, dan apa kriteria panjang umur, saya belum menemukan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;requirement&lt;/span&gt; yang pas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari libur bagaikan barang mewah, sela dimana kita dapat melakukan rutinitas yang tak dapat terjamah di hari biasa yang padat. Saya tak mau melewatkan hari langka itu. Lalu saya ajak teman-teman lama untuk kembali berkumpul.&lt;br /&gt;Kadang saya bergerak dulu baru berpikir. Di hari minggu yang cerah seharusnya saya mengerjakan UTS &lt;span style="font-style:italic;"&gt;take home&lt;/span&gt; yang lama terlupakan. Saya ingat, tapi lupa akan selalu menjadi dalih yang lebih keren dibanding malas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengatakan kumpul jam 11.00, ternyata saya baru bisa datang pukul 16.00.Pemilik rumah, Gelgel, bak gadis menanti lamaran pujaan hati yang harap-harap cemas menunggu kedatangan teman-teman. Lalu saya yang didaulat sebagai seksi acara masih termenung di kampus memandangi lajur atau jurnal, entah mau disebut apa, saya makin tahu mengapa akuntansi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;lovable&lt;/span&gt;. Tak lama berselang, saya -lagi-lagi- harus menunda keberangkatan karena harus membeli beberapa amunisi penting bagi EQUILIBRIUM terkasih, bersama dua lelaki penyuka sesama jenis, sahabat karib saya belakangan ini, Emil dan Gerry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 15.00&lt;br /&gt;Berbondong-bondong datang pesan singkat yang isinya hanya tawa terbahak-bahak yang menanyakan kehadiran saya. Moki si gadis hiperbol menggambarkan suasana rumah Gelgel yang kisruh akibat amuk masa, masa yang mana? Dan saya menjadi tersangka utama dianggap tak bertanggung jawab karena main ajak tanpa datang ke lokasi pertemuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbicangan di rumah Gelgel siang itu&lt;br /&gt;Anak-anak : Kita udah selesai nonton, habis ini mau ngapain?&lt;br /&gt;Gupi : Tanya Mia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa aku lho yha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya setelah hidup tak nyaman dalam keterdesakkan, saya putuskan datang ke rumah Gelgel lebih awal. Berhubung kendaraan saya sedang masuk bengkel, papa yang bertugas mengantarkan. Sesampainya, telah berjajar beberapa motor dan helm di depan rumah Gelgel, saya menarik nafas lega. Saya ketuk pintu rumah, tak seorangpun menjawab. Saya intip kamar Gelgel, lampu padam dan tak ada seorangpun. Mencoba hubungi mereka satu persatu, tak ada jawaban. Merasa dikerjai. Mereka biasa pura-pura main hide and seek, jadi saya gak mau kelihatan gak cool. Berjalan perlahan mau lewat pintu belakang, biar dilirik anak kos saya tak peduli, tapi semua pintu dikunci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menelpon Nuzhu, dan alhamdulillah dia menjawab.Ternyata mereka dalam perjalanan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KE DEPOK&lt;/span&gt;. Nice, saya gak dikabari. Belakangan saya tahu bahwa Gupi sudah sms, tapi tak sampai. Dan bunyi sms nya sebatas : Mia, kami ke Depok. Terima kasih teman-teman, sungguh seenaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurlah teman-teman saya masih punya hati nurani dan berjalan balik untuk menjemput. Sambil menunggu saya dipersilahkan duduk di ruko depan gang Gelgel oleh mbak-mbak penjaga warung yang baik. Kami bercerita sebentar, dan baru saya tahu sosok Ria ( a.k.a Gelgel) sangat termasyhur di kalangan warga sekitar. Sama sekali tak menyangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan mobil Moki datang dengan tawa berderai-derai begitu saya masuk. Sialan kalian. Hobi mereka memang menertawakan teman yang tertiban sial. Sama kayak hobi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, topik menarik, obrolan seputar kuliah, dan rasan-rasan. Waktu-waktu yang saya rindukan datang. Berkumpul kembali bersama sahabat lama yang menyenangkan. Saya melihat teman-teman yang kini telah makin dewasa, dan kami ga iyik-iyikan satu sama lain. Diganti dengan ngiyik-iyik orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di Depok, saya bertemu beberapa teman lagi di rombongan mobil Gelgel yang sedang asik makan jagung bakar. Payung indah di tempat jualan sangat impulsive membuat kami ingin foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yCuDRxT2I/AAAAAAAAABg/GljgpQdh0S8/s1600/Mobile+uploads622.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yCuDRxT2I/AAAAAAAAABg/GljgpQdh0S8/s320/Mobile+uploads622.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461884175759003490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yDKtGLnzI/AAAAAAAAABo/KIDdw9CO9qY/s1600/Mobile+uploads623.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yDKtGLnzI/AAAAAAAAABo/KIDdw9CO9qY/s320/Mobile+uploads623.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461884668021022514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yayaya, kebiasaan orang Asia. Gak lengkap kalo gak foto berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yDjtAo9MI/AAAAAAAAABw/WcEb2UG3370/s1600/Mobile+uploads626.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yDjtAo9MI/AAAAAAAAABw/WcEb2UG3370/s320/Mobile+uploads626.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461885097494508738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yD5IYoPiI/AAAAAAAAAB4/mjOClA0oF1E/s1600/Mobile+uploads627.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yD5IYoPiI/AAAAAAAAAB4/mjOClA0oF1E/s320/Mobile+uploads627.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461885465620135458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yGpIgfWuI/AAAAAAAAACA/mBGM0khTuaY/s1600/Mobile+uploads633.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yGpIgfWuI/AAAAAAAAACA/mBGM0khTuaY/s320/Mobile+uploads633.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461888489310083810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dengan pose yang hampir sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yHQAOf60I/AAAAAAAAACQ/7nhcZsL_AhU/s1600/Mobile+uploads641.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yHQAOf60I/AAAAAAAAACQ/7nhcZsL_AhU/s320/Mobile+uploads641.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461889157102037826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yHAvz_mKI/AAAAAAAAACI/6TN_n73FCDw/s1600/Mobile+uploads640.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yHAvz_mKI/AAAAAAAAACI/6TN_n73FCDw/s320/Mobile+uploads640.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461888894997862562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan matang, kami melaju ke warung makan. Beberapa lama kami makan, dalam hening, karena memang sednag lapar. Diselingi Gupi yang cerita kalau jagung Nuzhu sempat dipegang mas-mas, lalu saya berkata, "Gak apa-apa, tambah vitamin." Nuzhu yang notabene mahasiswa fakultas kedokteran mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadia dikejar &lt;span style="font-style:italic;"&gt;deadline&lt;/span&gt;, alias harus segera pulang. Lalu dia dan Gelgel pamit duluan meninggalkan makanan lezat dalam porsi besar. Mereka berdua benar-benar pergi begitu saja tanpa babibu. Perpisahan yang janggal. Cincaylah, kami lanjut makan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sela sholat maghrib kami membicarakan tentang anak SMA 3 yang ip nya nyaris-nyaris 4 macam Poppy dan Tichil, atau Ipam. Kami sama-sama berdecak kagum, turut bahagia atas kesuksesan mereka. Walau IP kami masih jauh dari itu, kami gak minder, dengan masih cari-cari pembenaran kalau IP yang penting &lt;span style="font-style:italic;"&gt;cum laude&lt;/span&gt;. Sampai satu saat saya basa-basi ke Eta, " IP mu berapa Ta? " ngggg. Eta menjawab, " Semester ini 4. " Saya langsung muka komik. Eta menambar, " Tapi semester ini thok lho ya.. " Saya masih penasaran, " Emang IPK berapa? " ngggg Eta menjawab bersahaja, "3,9 berapaa gituu. " Ohh.. Kali ini muka saya sepo dan sangat zzz. Gak usah ngomongin orang jauh-jauh, ternyata disini ada anak berprestasi. Selamaaaat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pulang masih sama menyenangkan, bahkan beberapa tingkat lebih. Walaupun Moki menyetir mobil dengan sangat brutal dan hampir nabrak bis antar kota, kami tetap berhaha hihi tak takut mati. Padahal mata memandang miris ke arah jalan. Kami guyon ngalor ngidul membahas masa lalu kami yang suram tapi menyenangkan. Seperti Moki yang menangis dalam perjalanan Jogja-Pakem-Jogja saat remidi matematika jaman kelas 1 dan takut gak masuk IPA. Segalanya mengenai ujian akhir yang membuat kami gak sewoyo-woyo (bahasa Gupi) biasanya. Sampai Moki yang kalau hampir nabrak pasti berujar, " Woohh.. mase sontoloyo." benar-benar pisuhan wong tuwo.Sepanjang jalan kami tak berhenti ketawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan diakhiri. Saya diantar Moki sampai rumah. Lalu membahas tentang suntik kolagen dan vitamin C yang katanya menyegarkan dan memutihkan kulit. Ternyata Moki mahasiswa kedokteran yang pandai, sudah bisa menyuntik lho teman-teman.. Tentunya suntik vitamin C, tepatnya saling suntik dengan teman-teman sejawatnya. Kok Kalimatnya gilo ya.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya senang melihat kami yang beda-beda jurusan dan terlihat mencintai bidangnya masing-masing. Alhamdulillah, hari yang benar-benar akan saya rindukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-3719564445929966186?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/3719564445929966186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/04/segenggam-cerita-dari-depok.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/3719564445929966186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/3719564445929966186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/04/segenggam-cerita-dari-depok.html' title='Segenggam Cerita dari Depok'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8yCuDRxT2I/AAAAAAAAABg/GljgpQdh0S8/s72-c/Mobile+uploads622.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-613704327530008579</id><published>2010-04-15T00:50:00.000-07:00</published><updated>2010-04-15T01:03:24.355-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Retorika Hujan'/><title type='text'>Bung Karno di Tengah Hujan</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sebuah siang di 15 april&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan membelai kota ini..&lt;br /&gt;Di waktu empuk dan luang, saya bisa rebahan sambil &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mikir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah penat dari urusan akademik dua minggu belakangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa, seketika kuingat akan bapak bangsa, Bung Karno&lt;br /&gt;Saya tak teramat fanatik padanya&lt;br /&gt;Menikah dengan beberapa wanita dalam jangka waktu yang berdekatan, dan masih punya beberapa simpanan di banyak kota, bagi saya menyusutkan karisma beliau&lt;br /&gt;Tapi saya akui, Bung Karno tak tertandingi dalam berorasi dan negosiasi&lt;br /&gt;Bangga rasanya untuk sekedar tahu bahwa bangsa ini punya pemuda macamnya&lt;br /&gt;Tak pernah ia biarkan kita bagai bangsa rendahan, pidatonya selalu sukses mengangkat dagu rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8bG40F2SEI/AAAAAAAAABY/D6QNPPI2zCs/s1600/bung+karno2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 193px; height: 250px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8bG40F2SEI/AAAAAAAAABY/D6QNPPI2zCs/s320/bung+karno2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460270277591451714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berandai-andai,&lt;br /&gt;Bila saya bisa bertemu bung karno, ingin rasanya saya tanyakan tentang statementnya puluhan tahun lalu, "Beri aku sepuluh pemuda, maka aku akan goncangkan dunia"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terlalu sederhana, tak ingin sampai guncangkan dunia. Cukupkah punya lima pemuda untuk porsi saya?&lt;br /&gt;Lantas berapa dunia yang dapat digoncangkan dengan pemuda sebanyak yang ada di kampus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bagaimana resepnya, Pak?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-613704327530008579?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/613704327530008579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/04/bung-karno-di-tengah-hujan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/613704327530008579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/613704327530008579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/04/bung-karno-di-tengah-hujan.html' title='Bung Karno di Tengah Hujan'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8bG40F2SEI/AAAAAAAAABY/D6QNPPI2zCs/s72-c/bung+karno2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-9115132362945115084</id><published>2010-04-14T22:13:00.000-07:00</published><updated>2010-04-14T22:30:29.515-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelari'/><title type='text'>Biarkan kaki-kaki kecilku berlari..</title><content type='html'>Aku suka berbicang, mencoba berpikir dari sepatu orang lain&lt;br /&gt;Aku ingin menguasai dunia, seingin banyak bidang ingin dapat kupelajari&lt;br /&gt;Aku sibuk mencari, aku sibuk mengejar, seakan kuingin punya hari yang lebih dari 24 jam, setahun yang tak hanya 365 hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kusadar, tentang sebuah pertanyaan besar, kemana hidupku akan berarah&lt;br /&gt;Dimana kuingin berpijak?&lt;br /&gt;Aku mau banyak, padahal yang sebenarnya aku perlu hanyalah sebuah yang sederhana Yang akan kukuliti layaknya lapisan bawang merah&lt;br /&gt;Sehingga ku akan tahu, bagaimana pedihnya aku mengupas&lt;br /&gt;Tanganku bau menyengat dalam prosesnya&lt;br /&gt;Lalu suatu hari berhasil kutemukan, bahwa bawang yang kejam itu juga punya manfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8ai0L5jt-I/AAAAAAAAABQ/p_KB9IIOhys/s1600/running1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 290px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8ai0L5jt-I/AAAAAAAAABQ/p_KB9IIOhys/s320/running1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460230615664408546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku  ingin segera menemukan pijakan itu, kukejar terus&lt;br /&gt;Biarkan kaki-kaki kecilku berlari..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-9115132362945115084?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/9115132362945115084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/04/biarkan-kaki-kaki-kecilku-berlari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/9115132362945115084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/9115132362945115084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/04/biarkan-kaki-kaki-kecilku-berlari.html' title='Biarkan kaki-kaki kecilku berlari..'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8ai0L5jt-I/AAAAAAAAABQ/p_KB9IIOhys/s72-c/running1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-4574963132029497575</id><published>2010-04-14T09:18:00.000-07:00</published><updated>2010-04-14T09:48:40.760-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berbagi Kesukaan'/><title type='text'>Masa Kecilku</title><content type='html'>Terkenang...&lt;br /&gt;masa-masa kecilku&lt;br /&gt;Senangnya...&lt;br /&gt;aku s'lalu dimanja&lt;br /&gt;Apa yang&lt;br /&gt;kuminta s'lalu saja ada&lt;br /&gt;Dari mama,&lt;br /&gt;dari papa,&lt;br /&gt;cium pipiku dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatku...&lt;br /&gt;tiba berulang tahun&lt;br /&gt;Senangnya...&lt;br /&gt;hadiahku boneka&lt;br /&gt;Lucunya...&lt;br /&gt;kusuka sampai kini kusuka&lt;br /&gt;Kini aku&lt;br /&gt;t'lah dewasa&lt;br /&gt;boneka kubawa s'lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin kukembali&lt;br /&gt;ke masa yang lalu&lt;br /&gt;Bahagianya dulu&lt;br /&gt;waktu kecilku&lt;br /&gt;Kudengar cerita&lt;br /&gt;mama papa bilang&lt;br /&gt;aku lincah lucu&lt;br /&gt;waktu kecilku&lt;br /&gt;Waktu kecilku&lt;br /&gt;aku suka bernyanyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatku...&lt;br /&gt;tiba berulang tahun&lt;br /&gt;Tak lupa...&lt;br /&gt;hadiahku sepeda&lt;br /&gt;Kupakai setelah selesai kubelajar&lt;br /&gt;Janji mama,&lt;br /&gt;janji papa,&lt;br /&gt;setelah ku naik kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-d0e6b70b4cb0a9bb" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v7.nonxt8.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dd0e6b70b4cb0a9bb%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1330369387%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D7063986524AEF1212C14D236EDD827E64203A64A.5B3E56FCED68AFA220830F75FC905A95D0EAE052%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dd0e6b70b4cb0a9bb%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DJbnz3OwB0JMy0BfM7T-lPGCKj_k&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v7.nonxt8.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dd0e6b70b4cb0a9bb%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1330369387%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D7063986524AEF1212C14D236EDD827E64203A64A.5B3E56FCED68AFA220830F75FC905A95D0EAE052%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dd0e6b70b4cb0a9bb%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DJbnz3OwB0JMy0BfM7T-lPGCKj_k&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-4574963132029497575?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/4574963132029497575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/04/masa-kecilku_14.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/4574963132029497575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/4574963132029497575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/04/masa-kecilku_14.html' title='Masa Kecilku'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8681841638955514831.post-7401637864856530580</id><published>2010-04-14T07:35:00.000-07:00</published><updated>2010-04-14T09:48:40.763-07:00</updated><title type='text'>Titik Pembuka</title><content type='html'>Assalamu'alaikum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari titik inilah saya memulai, menyambung beberapa titik yang telah terlewati, lalu membuat titik-titik lain yang akan saya tentukan kemana akan berujung..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah catatan kecil,&lt;br /&gt;dimana saya akan membagi tentang banyak kisah, pikiran, dan harapan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk yang rapuh,dengan pikiran kita kuat, dengan tulisan kita abadi&lt;br /&gt;Dan dalam tulisan saya tak ingin bermain pencitraan, hanya akan menyampaikan tentang warna-warni hidup anak manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XU1Xs8FzI/AAAAAAAAABI/iSjPQNNhzjA/s1600/welcome_mat.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 306px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XU1Xs8FzI/AAAAAAAAABI/iSjPQNNhzjA/s320/welcome_mat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460004136617252658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enjoy this blog :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8681841638955514831-7401637864856530580?l=catatanrahmia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/feeds/7401637864856530580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/04/titik-pembuka.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/7401637864856530580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8681841638955514831/posts/default/7401637864856530580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanrahmia.blogspot.com/2010/04/titik-pembuka.html' title='Titik Pembuka'/><author><name>Catatan Rahmia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09088393140374272246</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XRbNt76SI/AAAAAAAAAAg/RlR-qhTQcI4/S220/13737_1293058614897_1483257610_30774521_2552772_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nkYBktf3FT8/S8XU1Xs8FzI/AAAAAAAAABI/iSjPQNNhzjA/s72-c/welcome_mat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
